|
Nusa
Ribuan Massa PDIP Hengkang ke PNKB
16 Oktober 2002
TEMPO Interaktif, Bandarlampung:Ribuan kader PDIP dari tujuh ranting di Pengurus Anak Cabang Panjang, Bandarlampung, menyatakan keluar dari partai itu dan bergabung dengan Partai Nasionalis Bung Karno (PNBK). Pemicu hengkangnya massa PDIP itu adalah dicopotnya Ketua DPRD Lampung Srie Atidah oleh Menteri Dalam Negeri Hari Sabarno, beberapa waktu lalu.
Dalam pernyataan sikap yang ditandatangani 14 pengurus dari tujuh ranting di Kecamatan Panjang, mereka juga mengungkapkan tindakan itu karena hampir di semua tingkat kepengurusan partai diwarnai konflik internal. Akibatnya, keretakan terjadi mulai dari Dewan Pimpinan Daerah, Dewan Pimpinan Cabang, Pimpinan Anak Cabang, bahkan ke tingkat ranting.
Ketujuh ranting yang menyatakan mundur itu adalah Panjang Utara, Panjang Selatan, Srengsem, Karang Maritim, Way Lada, Pidada, dan Way Gubak. Kecamatan Panjang merupakan salah satu basis pendukung PDIP dengan rata-rata 2.500 kader di setiap kelurahan.
Asen, Ketua Pengurus Ranting Panjang Selatan, mengatakan satu persatu tokoh partai yang idealis dan dapat diandalkan dipreteli oleh kelompok Abbas Hadisunyoto yang sekarang menjadi Ketua DPRD Lampung menggantikan Atidah. “Kami sudah tidak tahan lagi. PDIP tidak lagi berjuang untuk rakyat, tapi menjadi ajang kepentingan pribadi dalam mencari uang dan jabatan," kata Asen di Bandarlampung, Rabu (16/9).
Menurut pengusaha Lampung itu, sebenarnya sejak awal menduduki jabatan Ketua DPRD Lampung, mereka sudah mengingatkan Atidah bahwa banyak pihak yang bakal menggoyang dia. "Tapi ibu Atidah ketika itu begitu legowo dan percaya diri. Nah sekarang, setelah kelompok Abbas sukses menjatuhkan dia, kami dikumpulkan. Ya tidak ada lagi yang dapat kami perbuat," dia menyesal.
Kekecewaan mereka juga muncul ketika Ketua DPD PDIP Lampung, Anshori Yunus, dilengserkan dari jabatannya pada Rapat Kerja Daerah PDIP, Agustus lalu. "Sudah tidak ada lagi yang dapat kami banggakan. Partai kami diacak-acak oleh pendatang baru setelah PDIP menang pemilu."
Dia menilai DPP PDIP juga gagal memberikan teladan yang baik berkaitan dengan konflik internal yang menyudutkan sejumlah tokoh partai seperti Sophan Sopiaan, Haryanto Taslam, Laksamana Sukardi, dan Kwik Kian Gie. "Jangankan menengahi konflik di daerah, DPP pun sibuk dengan konfliknya sendiri," ujarnya.
Mereka memilih PNBK, menurut Asen, karena tokoh-tokoh partai itu juga berasal dari PDIP dan masih idealis. "Jadi saya kira pilihan kami itu sudah sangat tepat. Garis ideloginya pasti tak kan jauh berberda dengan PDIP."
Sekretaris Pimpinan Anak Cabang PDIP Bandarlampung, Palgunadi, mengatakan pihaknya masih perlu mengklarifikasi kebenaran surat pernyataan keluarnya massa PDIP tersebut. Dia khawatir pengunduran diri itu merupakan rekayasa beberapa kader PDIP. "Di setiap kecamatan ada tim klarifikasi, saat ini timnya sedang bekerja," ujarnya. Anggota DPRD Bandarlampung ini menyatakan tidak khawatir akan kehilangan suara dari Kecamatan Panjang. (Fadilasari-Tempo News Room)
|