|
Nusa
Korban Tewas Tabrakan Kapal di Sungai Musi Menjadi 15 Orang
11 Juli 2001
TEMPO Interaktif, Jakarta: Korban tewas akibat tabrakan kapal feri Pertamina PL.Othelo dengan kapal jukung (kayu) Halimun II menjadi 15 orang. Sementara korban yang masih belum ditemukan empat orang. Semua korban adalah penumpang kapal jukung. “Sampai sekarang pencarian korban masih dilakukan oleh tim SAR gabungan,” kata petugas piket Satuan Polisi Air dan Udara (Satpol Airud) Polda Sumatera Selatan, Bhayangkara Dua Nasib, yang dihubungi Tempo Rabu (11/7) dini hari.
Menurut Nasib, mengutip laporan yang masuk ke Satpol Airud, peristiwa naas itu diduga karena kelalaian pengemudi kapal jukung yang hanya berjarak lima meter dengan kapal Pertamina yang sedang keluar dari tempatnya bersandar. Bharada Sihombing, petugas piket lain di Satpol Airud, membenarkan keterangan Nasib. Ia menambahkan, sampai berita ini diturunkan Satpol Airud masih siaga di tempat kejadian perkara.
Menurut keterangan seorang pengemudi kapal jukung, M.Nur (48), kepada Antara di Markas Satpol Airud Polda Sumsel, Palembang, saat bertabrakan dengan kapal pengangkut karyawan Pertamina PL.Othelo, kapal jukung bermuatan barang dan 156 penumpang dari Desa Karang Agung, Kabupaten Musi Banyuasin (Muba), Sumsel. Mereka akan berangkat ke kota Palembang, Lampung dan Jawa Timur.
Sedangkan pengemudi kapal PL.Othelo, Abu Husin (52) mengatakan, ia pada saat itu sedang bertugas menjemput pekerja Pertamina Unit Pegolahan III Plaju Palembang yang bertugas malam di dermaga Sungai Lais. Namun belum sampai di tujuan, tanpa terlihat jelas kapalnya bertabrakan dengan kapal jukung.
Pencarian korban yang hilang terus dilakukan, sekarang ini ada dua Tim SAR dari Satpolairud Polda Sumsel yang bertugas melakukan penyisiran Sungai Musi Palembang dengan kekuatan 24 personel. (Y. Tomi Aryanto/Antara)
|