|
Penyaluran Minyak Tanah Bersubsidi Rawan Penyalahgunaan
Kamis, 10 Juli 2008 | 19:23 WIB
TEMPO Interaktif, Makassar:Kepala Badan Pengatur Hilir Minyak dan Gas, Tubagus Hariyono, mengatakan Tingginya disvaritas minyak tanah bersubsidi dengan yang tidak bersubsidi mengakibatkan rawan penyalahgunaan.
"Pendistribusian secara tertutup ini dimaksudkan agar tidak terjadi lagi penyalahgunaan," kata Tubagus usai melakukan penandatanganan kesepakatan bersama antara kepala BPH Migas dan Pemerintah Provinso Sulawesi Selatan, di Baruga Sangiaseri, Makassar, Kamis (10/7).
Tingginya disvarietas harga minyak tanah yang bersubsidi dengan tidak ini memungkinkan adanya pihak-pihak yang tergoda untuk melakukan penyelundupan. Secara horizontal minyak tanah untuk masyarakat bisa dibelokkan ke industri dan secara vertikal terjadinya penyelundupan keluar negeri. "Ini memang sangat rawan karena disvarietas harga yang tinggi," katanya.
Menurut Tubagus salah satu cara agar minyak tanah bersubsidi ini betul-betul tepat sasaran adalah dengan adanya kartu kendali untuk pembelian minyak tanah. Di Sulawesi Selatan ada dua daerah yang telah dilakukan sensus untuk penggunaan minyak tanah ini yakni Makassar dan Gowa.
Irmawati
INDEKS BERITA LAINNYA :
|