|
Program Sejuta Rumah Perlu Tambahan Dana Rp 800 Miliar
Rabu, 02 Juli 2008 | 14:47 WIB
TEMPO Interaktif, Batam:
Program sejuta rumah dan seribu tower di Indonesia memerlukan dana tambahan senilai Rp 800 miliar karena dana yang dibutuhkan senilai Rp 1,4 triliun. Sebelumnya, pemerintah mengalokasikan dana untuk program tersebut pada 2008 senilai Rp 600 miliar.
Menteri Negara Perumahan Rakyat Yusuf Asy'ari mengemukakan hal tersebut adalam acara workshop 'Peningkatan KPR Bank Pembangunan Daerah Seluruh Indonesia', di Batam hari ini.
Menurut dia, Bank Pembangunan Daerah ( BPD ) seluruh Indonesia harus turut aktif menyalurkan kredit kepemilikan rumah baik bagi pegawai negeri sipil ( PNS ),TNI dan Polri serta masyarakat umum. " Sistem ini akan mendorong percepatan kepemilikan rumah," ujar Asy'ari.
Berdasarkan data, jumlah KPR/KPRS terus meningkat. Pada 2005 KPR/KPRS bersubsidi yang diterbitkan oleh BPD sebanyak 975 unit ( 1,86 persen), pada 2006 meningkat menjadi 1.408 unit (2,27 persen), dan pada 2007 naik lagi menjadi 2.069 unit ( 4,02 persen). Hingga Mei 2008, jumlah KPR/KPRS bersubsidi yang telah dibangun sebanyak 316 unit.
Dari 25 BPD di Indonesia, 14 BPD telah menandatangani nota kesepakatan dengan Kementerian Perumahan Rakyat dan aktif, sisanya masih belum melakukan apa-apa.
Ketua Asosiasi Bank Pembangunan Daerah, Winny E. Hassan mengatakan, yang menjadi hambatan penyaluran dana kepemilikan rumah bersubsidi karena KPR/KPRS masih berorientasi pada produk konsumtif.
Rumbadi Dalle
INDEKS BERITA LAINNYA :
|