|
Enam Sekolah SMA Mengulang Ujian Nasional
Senin, 05 Mei 2008 | 11:27 WIB
TEMPO Interaktif, Makassar:
Enam sekolah swasta SMA di Makassar harus mengulang ujian nasional (UN) pada 13-15 Mei mendatang. Karena sekolah tersebut terbukti melakukan kecurangan dalam kasus kebocoran soal UN pada pelaksanaan ujian 22-24 April lalu.
Kepala Dinas Pendidikan Kota Makassar, Natsir Azis, mengatakan pengulangan UN di enam sekolah ini diputuskan Departemen Pendidikan Nasional (Depdiknas) RI melalui Badan Standar Nasional Pendidikan (BSNP), setelah menerima data dan bukti terjadinya kecurangan. "BSNP juga menerima keterangan tertulis dari hasil penyelidikan Polresta Makassar Timur," kata Natsir kepada Tempo.
Ke-enam sekolah itu adalah SMA Kartika Wirabuana, SMA Cokroaminoto Tamalanrea, SMA Cokroaminoto Latimojong, SMA Tut Wuri Handayani, SMA Tri Dharma MKGR, dan SMA Abdi Pembangunan. Ujian ulangan itu akan diikuti oleh 724 siswa.
Keputusan pengulangan ini disampaikan kepada enam kepala sekolah semalam, di kantor Dinas Pendidikan Kota Makassar. "Ini memang berat, tapi kami meminta pihak sekolah bisa meyakinkan siswanya," ujar Natsir.
Walikota Makassar, Ilham Arief Sirajuddin, yang baru saja meninjau peleksanaan UN tingkat SMP sederajat, di Makassar, mengaku mendukung rencana pengulangan UN yang dinilai terjadi kecurangan tersebut.
Kepolisian Resort Makassar Timur, hingga hari ini, masih akan melanjutkan pemeriksaan terhadap Kepala SMA Cokroaminoto Latimojong, Yunus Tekeng, dan Kepala SMA Abdi Pembangunan, Andi Syahrir.
Akhir pekan lalu, empat kepala sekolah di subrayon 16 telah ditetapkan sebagai tersangka. Sebelumnya, 15 guru dan seorang staf tata usaha SMA Kartika Candarkirana Wirabuana sebagai tersangka.
Irmawati
INDEKS BERITA LAINNYA :
|