|
Warga Resah Akibat Jadwal Pemilihan Bupati Muna Simpang Siur
Kamis, 21 Juli 2005 | 10:41 WIB
TEMPO Interaktif, Muna:Ribuan masyarakat di Kabupaten Muna, Sulawesi Tenggara, resah dengan pelaksanaan pemilihan bupati pagi ini. Selain masih banyak yang belum mendapatkan kartu pemilih, juga ada dua pengumuman berbeda soal pelaksanaan pemilihan.
Seorang anggota Panwas Muna, Muhtar, mencontohkan dari sekitar 700 wajib pilih di kelurahan Wawesa 300 orang diantaranya tak mendapatkan kartu pemilih. Kalau pun ada memiliki kartu pemilih, tapi surat panggilan untuk mencoblos belum diterima. Hal seperti ini misalnya dialamai Moses dan isterinya, sehingga mereka ditolak petugas untuk mencoblos.
Sementara itu, sekitar pukul 09.00 Wita, pemerintah kabupaten dengan menggunakan mobil yang dilengkapi pengeras suara, mengimbau warga untuk mendatangai TPS-TPS. Namun, disaat bersamaan sejumlah aktivis dan masyarakat yang tergabung dalam Koalisi Rakyat untuk Pilkada Bersih dan Berkualitas (KRPBB) justru mengumumkan hal sebaliknya.
Aparat kepolisian di Kabupaten Muna bersiaga penuh, karena tersiar kabar bakal ada sekelompok warga yang menghendaki penundaan pemilihan dengan cara memblokir dan pembakaran TPS-TPS.
Sebelumnya, Kamis (21/7) dinihari tadi, empat pasangan calon bupati dan wakil bupati, tanpa pasangan calon dari Partai Golkar Ridwan dan Labungabaka, menandatangani surat kesepakatan penundaan pemilihan selama satu minggu. Mereka meminta KPUD Muna menyelesaikan seluruh laporan tentang kecurangan dalam proses tahapan pemilihan tersebut.
Keempat pasangan itu yakni, Malik Ditu-Rajap Diku (koalisi partai), La Ode Ali Tanda-Mohamad Gazali (PAN), La Ode Sefu-La Suti (PDIP), dan Laskar Kudus-Rajap Bonea. Dedy Kurniawan
INDEKS BERITA LAINNYA :
|