|
Tak Puas Hasil Pilkada Massa Blokir Jalan
Sabtu, 02 Juli 2005 | 02:08 WIB
TEMPO Interaktif, Makassar:Massa pendukung tiga calon peserta Pemilihan Kepala Daerah (Pilkada) yang berlangsung 27 Juni lalu, kembali massa mendatangi kantor Komisi Pemilihan Umum Daerah (KPUD). Mereka meminta menghentikan hasil penghitungan sementara dan menolak calon bupati yang melakukan kecurangan. Sekitar seribu massa ini juga menutup jalan perbatasan Makassar-Gowa, mulai Jumat (1/7).
Sekitar pukul 14.00 ratusan massa pendukung tiga pasangan calon peserta Pilkada di Kabupaten Gowa yakni pasangan Hasbullah Djabar dan Latief Hafid, pasangan Syahrir Syafruddin dan Jabbar Hijas, serta pasangan Andi
Maddusila Andi Idjo dan Usman Mahyuddin. Kembali mendatangi kantor KPUD Gowa untuk meminta agar proses perhitungan sementara hasil Pilkada segera
dihentikan.
Seperti biasanya massa ini hanya sampai di depan pagar kantor KPUD, dan kembali beberapa perwakilan dari massa ini diperbolehkan masuk untuk mengadakan perundingan dengan anggota KPU. Namun, hasil perundingan belum
juga memuaskan massa pendukung tiga calon ini.
Jumlah aparat yang berjaga-jaga dikantor KPUD Gowa lebih banyak dari biasanya, 600 orang personil yang berasal dari Polresta Gowa, Polwiltabes Makassar, serta anggota Brimobda Sulsel telah siap dengan mobil watercanon
Di tempat lain yang berlokasi di pintu gerbang Kabupaten Gowa ratusan massa memblokir jalan masuk ke Gowa sehingga tak satupun kendaraan dari arah Makassar bisa lewat.
Setelah melakukan perundingan dengan anggota KPU, dan belum ada kesepakatan. Ratusan massa ini pun akhirnya menuju ke perbatasan Gowa-Makassar untuk bergabung. Perbatasan Gowa-Makassar, akhirnya dipenuhi
oleh sekitar seribu pendukung tiga pasangan calon.
Mereka menggelar sejumlah spanduk yang dibentangkan di tengah jalan yang salah satunya bertuliskan "Jatuhkan hukuman bagi peserta Pilkada yang curang ". Selain membentangkan spanduk, mereka juga memalang dua buah mobil truk serta membakar ban bekas di tengah jalan.
Harianto, salah seorang pendukung pasangan Syahrir Syafruddin dan Jabbar Hijas, mengaku melakukan penutupan jalan ini karena tidak menerima hasil dari KPU dan menolak hasil Pilkada. "Kami meminta rakyat Gowa untuk
menolak calon yang melakukan kecurangan,"katanya.
Dalam orasinya, massa juga mengancam akan menduduki KPU jika tidak segera menghentikan perhitungan dan pemungutan suara sementara Pilkada hingga seluruh bentuk kecurangan yang terjadi diselesaikan. Akibat penutupan jalan itu, semua ruasa jalan Makassar - Gowa, macet total.
Irmawati
| Dari Koleksi Foto TEMPO | Under Development
|
|
INDEKS BERITA LAINNYA :
|