|
Warga Buyat Pante Relokasi Sabtu Ini
Jum'at, 24 Juni 2005 | 05:36 WIB
TEMPO Interaktif, Manado:Rencana pindah warga Buyat Pante, Sulawesi Utara, yang rencananya akan dilakukan pada Kamis (23/6), diundur hingga Sabtu (25/6). "Hari Sabtu baru akan pindah,"kata Lita Mamonto, salah satu staf Perkumpulan Kelola.
Rencana kepindahan ke Desa Duminanga, Kecamatan Bolaang Uki, Kabupaten Bolaang Mongondow, ini tidak dikoordinasikan dengan pemerintah kabupaten setempat. Sekretaris Daerah Kabupaten Bolaang Mongondow, Idrus Mokodompit, menilai bahwa rencana ini terburu-buru. "Karena secara terencana pemerintah kabupaten bersama pemerintah povinsi dan pusat sedang mencarikan tempat yang layak,"katanya.
Hal senada disampaikan pejabat Gubernur Sulawesi Utara, Lucky Korah. Duminanga, seperti yang pernah ditinjau tim gabungan termasuk dari Kementerian Lingkungan Hidup (KLH), dianggap kurang layak. Demikian juga yang disampaikan oleh pemerintah kabupaten setempat. "Saya sudah bicara dengan Bupati Bolaang Mongondow, Marlina Moha Siahaan, dan dia mengatakan, Duminanga tidak layak untuk pemukiman,"katanya.
Lucky Korah saat ini sudah membicarakan dengan pemerintah pusat. Yang dibicarakan antara lain ; lokasi yang pantas, seperti di Desa Tatengesan, Kecamatan Belang, Kabupaten Minahasa Selatan. "Kami butuh pendapat KLH, karena ini menyangkut layak tidaknya suatu tempat dijadikan pemukiman,"katanya.
Pemerintah juga, menurut Lucky, sudah menunjukkan keseriusan untuk menangani relokasi warga Buyat Pante. "Mereka mesti ditangani dengan baik dan ini yang sedang kami upayakan,"katanya.
Penanganan relokasi, melibatkan instansi terkait. Dalam kunjungannya ke Jakarta menemui pemerintah pusat, soal relokasi ini masuk dalam agenda yang akan dibicarakan. Tanggapan dari pemerintah pusat pun sudah didapatkan. Saat ini Departemen Tenaga Kerja dan Transmigrasi telah menyiapkan dana sekitar Rp. 8 milyar untuk kebutuhan relokasi warga Buyat Pante.
Lucky berharap, upaya pemerintah ini dapat dipahami kalangan LSM dan masyarakat. "Kasihan kan rakyat kalau mereka tidak mendapatkan tempat yang layak,"ujarnya.
Ahmad Alheid
| Dari Koleksi Foto TEMPO | Under Development
|
| |
|
|
|
|
![Papan Indeks Standar Pencemaran Udara/ ISPU berbagai kota di Indonesia, Jakarta, 27 Mei 2000. [TEMPO/ Awaluddin R; 30d/328/2000; 20000718].](/hg/photostock/2005/04/05/s_30d32802_high_thumb.jpg) |
![Papan Indeks Standar Pencemaran Udara/ ISPU berbagai kota di Indonesia, Jakarta, 27 Mei 2000. [TEMPO/ Awaluddin R; 30d/328/2000; 20000718].](/hg/photostock/2005/04/05/s_30d32801_high_thumb.jpg) |
| Papan Indeks Pencemaran Udara
|
|
| Papan Indeks Pencemaran Udara
|
|
|
|
|
INDEKS BERITA LAINNYA :
|