Search  
 
| Advance search | Registration | About us | Careers
  Home  
  Budaya  
  Digital  
  Ekonomi  
  Internasional  
  Iptek  
  Jakarta  
  Nasional  
  Nusa  
Olahraga  
  Majalah  
  Koran  
  Pusat Data  
  Tempophoto  
  Indikator  
English
Apa Itu RSS?
   

Penderita Gizi Buruk di Sultra 783 Balita
Jum'at, 17 Juni 2005 | 15:32 WIB

TEMPO Interaktif, Jakarta:Jumlah penderita gizi buruk di Sulawesi Tenggara, ternyata mulai bertambah. Awalnya, tercatat hanya 700 balita. Data terakhir dari Dinas Kesehatan (Dinkes) setempat menyebutkan, penderita gizi buruk sudah mencapai 783 balita.

Dari data yang berhasil dihimpun menyebutkan, jumlah
terbanyak balita penderita gizi buruk terdapat di
Kota Kendari yakni 164 orang, menyusul Kabupaten Buton
101 balita, Muna 88 balita, Wakatobi 71 balita, Baubau
42 balita, Kolaka Utara 38 balita, Kolaka 18 balita
dan Bombana 15 balita.

Dari 164 balita penderita gizi buruk di Kota Kendari,
baru 35 balita diantaranya yang telah mendapat layanan
gratis di sejumlah rumah sakit dan Puskesmas.
Pasalnya, dana yang tersedia hanya Rp 17 juta.
Padahal, anggaran yang dibutuhkan sangat banyak.
Seperti biaya pencegahan, promosi dan pemulihan.

Menurut Wakil Kepala Dinkes Sulawesi Tenggara, La Ode Hamiru, saat ini tengah melakukan pemberian makanan tambahan selama tiga bulan terhadap balita yang terindikasi menderita gizi buruk. "Langkah ini diambil untuk mencegah terjadinya busung lapar,"katanya di Kendari (17/6).

Selain itu, Dinkes juga telah meminta kepada seluruh rumah sakit dan Puskesmas yang ada di provinsi itu untuk memberikan pelayanan gratis terhadap para penderita gizi buruk. Menurut La Ode Hamiru bersama Dinkes Kota
Kendari menggelar kegiatan penanggulangan para balita yang terkena gizi buruk. Antara lain, penimbangan balita yang tujuannya untuk mengetahui jumlah gizi yang akan diberikan. "Terlebih dahulu dievaluasi, sebelum ada perubahan. Kemudian, diberikan paket makanan tambahan selama 90 hari bagi yang terkena gizi buruk,"ujarnya.

Dedy Kurniawan

Dari Koleksi Foto TEMPO | Under Development
         
Suasana di klinik Neuropsikiatri dan Revitalisasi (sekolah stroke) binaan Dr. Hermawan Suryadi, Sps di Kemanggisan, Jakarta, 22 Februari 2002. [ TEMPO/ Bagus Indahono; K7A/213/2002; 20020511 ]. Suasana penderita sroke yang sedang menjalani terapi  di klinik Neuropsikiatri dan Revitalisasi (sekolah stroke) binaan Dr. Hermawan Suryadi, Sps di Kemanggisan, Jakarta, 22 Februari 2002. [ TEMPO/ Bagus Indahono; K7A/213/2002; 20020511 ].
Stroke
Stroke
>>selengkapnya ::

INDEKS BERITA LAINNYA :
 

 

 

dibuat oleh Radja:danendro
 
Berita Terkait

Kurang Gizi, Ditawari Masuk Panti Asuhan
Depkes : Waspadai Virus Flu Burung Serang Manusia
RS Koja Rawat Tiga Penderita Gizi Buruk
Menkes Akan Gugat Balik Keluarga Korban Polio
Korban Meninggal Busung Lapar NTB Bertambah
Lumpuh Layuh Juga Serang Lampung
Papua, Terbusung Lapar
Menteri Kesehatan Dekati Masyarakat Buyat Pante
Balita Tewas Akibat Vaksinasi Polio Diteliti
Separuh Ibu Hamil di Solo Anemia
> selengkapnya...


Referensi

UU RI No.9 Thn.1960 Tentang Pokok - Pokok Kesehatan
PP RI No.39 Thn.1995 Tentang Penelitian Pengembangnan Kesehatan
PP RI No.32 Thn.1996 Tentang Tenaga Kesehatan
Perang
Polio Impor di Sukabumi (II)
Polio Impor di Sukabumi
> selengkapnya...

Website

Info Penyakit Menular
Departemen Kesehatan


Komentar Anda
-
Kirim


Berita Terakhir

Geliat Bisnis Islami
Pemerintah Surabaya Jamin Pasokan Makanan Aman
Mozaik Kisah Perjalanan Gaghana
Jazz, Enak dan Nyaman buat Ngebut
'Selamatkan Dunia, Kurangi Makan Daging'  

<< June,2005>>
MSnSl RK JS
   01 02 03 04
05 06 07 08 09 10 11
12 13 14 15 16 17 18
19 20 21 22 23 24 25
26 27 28 29 30




 

 
buatan danendro English | Japanese | Registrasi | Help | About us
  copyright TEMPO 2003

Kembali ke atas
Home | Budaya | Digital | Ekonomi |Internasional |Iptek |Jakarta | Nasional | Nusa| Olahraga | Indikator
Majalah | Koran Tempo | Pusat Data