|
Kapolda Sulsel Bantah Terlibat Korupsi
Kamis, 02 Juni 2005 | 18:08 WIB
TEMPO Interaktif, Makassar:Kapolda Sulawesi Selatan Inspektur Jenderal Pol. Saleh Saaf membantah keterlibatannya dalam dugaan korupsi proyek pengadaan jaringan dan alat komunikasi di Mabes Polri senilai Rp 602 miliar.
Menurut Saleh, yang saat kasus tersebut terjadi sedang menjabat Kepala Divisi Telematika Mabes Polri, Polri tidak terlibat dalam proyek tersebut. Hal itu dijelaskannya kepada wartawan di Markas Polda Sulsel, Makassar, Kamis (2/6).
Dalam proyek pengadaan alat komunikasi tersebut, kata Saleh, Polri tidak terlibat langsung dalam teknis penandatanganan kontrak dan pengelolaan keuangan. Menurutnya, hal tersebut dilakukan oleh Pemerintah Indonesia dan Amerika sebagai kontrak kerja sama kredit ekspor government to government (G to G).
Meski demikian, Saleh menyatakan siap menerima keputusan apapun yang ditetapkan oleh Mabes Polri sebagai pertanggungjawaban institusi, bukan karena ada tekanan dari pihak manapun.
Sehari sebelumnya, Koalisi Masyarakat Anti Korupsi (KMAK) Sulsel mendesak Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) untuk mengusut tuntas dugaan korupsi pengadaan alat telekomunikasi di Divisi Telematika Mabes Polri. KMAK juga mendesak Kapolri untuk mencopot Saleh Saaf sebagai Kapolda Sulawesi Selatan.
Saat ini, Mabes Polri telah melakukan pemeriksaan intern di jajaran Mabes Polri berkaitan dengan dugaan yang dibeberkan Blora Centre tersebut.
Irmawati
| Dari Koleksi Foto TEMPO | Under Development
|
| |
|
|
|
|
![Terdakwa kasus korupsi Pertamina dalam proyek pembangunan kilang minyak exor Balongan, Tabrani Ismail memberikan penjelasan kepada hakim ketua dalam persidangan di Pengadilan Negeri (PN) Jakarta Pusat, 9 Oktober 2003. [TEMPO/Santirta M; K18A/449/2003; 20031009].](/hg/photostock/2005/02/15/s_K18A44903_high_thumb.jpg) |
 |
| Tabrani Ismail di PN Jakpus
|
|
|
|
|
|
INDEKS BERITA LAINNYA :
|