Search  
 
| Advance search | Registration | About us | Careers
  Home  
  Budaya  
  Digital  
  Ekonomi  
  Internasional  
  Iptek  
  Jakarta  
  Nasional  
  Nusa  
Olahraga  
  Majalah  
  Koran  
  Pusat Data  
  Tempophoto  
  Indikator  
English
Apa Itu RSS?
   

Sulawesi Tengah

Dua Bom Meledak di Poso, Warga Resah
Jum'at, 29 April 2005 | 13:50 WIB

TEMPO Interaktif, Poso:Dua bom berkekuatan ledak rendah (low explosive) meledak di Kota Poso, Kamis (28/4) malam. Sasarannya dua kantor Lembaga Swadaya Masyarakat (LSM) yang bergiat dalam resolusi konflik.

LSM yang menjadi sasaran adalah Kelompok Kerja (Pokja) Resolusi Konflik Poso (RKP) dan Lembaga Penguatan Masyarakat Sipil (LPMS). Meski tak ada korban jiwa namun bom tersebut mengagetkan warga kota.

Informasi yang dikumpulkan menyebutkan bom pertama terjadi pada pukul 19.45 WITA di depan Kantor Pusat Resolusi Konflik Poso (PRKP) yang terletak di Jalan Brigjen Katamso Keluruhan Lombogia.

Menurut Direktur Pokja RKP Darwis Waru, saat itu pihaknya sedang menyelesaikan laporan pembagian perbatasan antara Desa Sepe dan Desa Silanca, Kecamatan Lage. Ia tak menyangka akan terjadi bom di depan kantornya karena selama ini Pokja RKP dalam bekerja merekrut dua komunitas yang biasa bertikai di Poso. Akibat bom itu kaca depan kantor RKP pecah.

Ledakan kedua terjadi pukul 21.40 WITA di halaman Hotel Hok di Jalan Wolter Monginsidi, Kelurahan Kayamanya. Sasarannya kantor LPMS. Ketua LPMS Iskandar Lamuka mengatakan, saat terjadi bom dirinya bersama dua rekannya sedang duduk di ruang tengah sembari mengetik.

Sebelum ledakan, kata Iskandar, ia sempat mendengar suara ban kempes. Noko, salah seorang kawan Iskandar yang ada di kantor berusaha mendekati tempat asal suara. Ia lalu melihat ke arah jendela dan melihat sebuah benda seperti kembang api. Seketika ia meminta kawannya yang ada di dalam kantor untuk tiarap. "Cepat tiarap ada bom di luar," kata Noko. Tak lama kemudian bom itu meledak.

Iskandar mengatakan, tidak ada korban jiwa dalam ledakan di kantornya, hanya plafon rumah dan kaca depan kantor yang pecah. Bom itu terdengar pada radius satu kilometer.

Sebelumnya, menurut Iskandar, pihak LPMS memang diteror bahkan didatangi sekelompok pemuda Poso dengan membawa senjata api rakitan. Mereka tak senang karena Iskandar yang menjadi koordonator lapangan saat aksi pengusutan jatah jaminan hidup (jadup) dan bekal hidup (bedup) di kantor DPRD Poso. "Kami waktu itu saling gertak karena saya juga putra Poso," katanya.

Tim Penjinak Bahan Peledak Brimob Polda Sulteng yang tiba di dua lokasi kejadian sesaat setelah ledakan langsung melakukan penyelidikan dan penyisiran. Wakapolres Poso, Ricky Naldo, mengatakan bom itu terdiri atas black powder yang diisi dalam kaleng susu. Bom yang meledak di Pokja RKP dan LPMS jenisnya sama, pelakunya juga sama, namun ia belum bisa memastikan pelaku bom tersebut. "Tapi kita sudah identifikasi pelakunya," ujarnya.

Situasi Kota Poso secara umum berlangsung normal, sekalipun warga masih diliputi kecemasan karena rencananya besok (30/4) Komisi Pemilihan Umum (KPU) Daerah Poso akan melakukan pencabutan nomor undian calon bupati/wakil bupati di Kabupaten Poso.

Warga Poso merasa resah karena dalam pencabutan nomor undian itu para calon bupati yang berjumlah lima pasangan akan membawa massa sendiri-sendiri. "Mudahan-mudahan tidak akan terjadi apa-apa besok," kata Ketua KPUD Poso, Yasin Mangun.

darlis

Dari Koleksi Foto TEMPO | Under Development
         
Polisi dari tim Gegana dan Puslabfor Polri sedang memeriksa rumah milik Amiruddin Siregar yang hancur akibat ledakan bom di jalan Cikoko Barat III No. 23 Pengadegan, Pancoran, Jakarta, 19 Juni 2001 [TEMPO/ Awaluddin R.; 32D/384/2001; 20010710]. Polisi Gegana dan Puslabfor Polri sedang memeriksa rumah milik Amiruddin Siregar yang hancur akibat ledakan bom di jalan Cikoko Barat III No. 23 Pengadegan, Pancoran, Jakarta, 19 Juni 2001 [TEMPO/ Awaluddin R.; 32D/383/2001; 20010710].
>>selengkapnya ::

INDEKS BERITA LAINNYA :
 

 

 

dibuat oleh Radja:danendro
 
Berita Terkait

Jaksa Tolak Eksepsi Pengacara Bom Kuningan
Bom Meledak di Batu Merah Ambon
Pengacara Bom Kuningan Menolak Dakwaan Jaksa
DPW PPP DIY Minta Mukernas PPP Digelar Segera
Polda Mencari Penyebar Ancaman Bom WTC
Pedagang WTC Manga Dua Tidak Percaya Ancaman Bom
Filipina Klaim Tangkap Pengebom Kedutaan Australia
Dua WNI yang Ditangkap Philipina Tidak Terkait Bom
Polisi: Bungkusan di Kantor PKS Bukan Bom
Isteri Kedua Noordin M. Top Segera Disidang
> selengkapnya...


Referensi

Poso, Enam Tahun Dirundung Duka
Kronologi Kasus Abdul Jabar
Ledakan di Jakarta 2003
Haji Bambang : Apa Mereka Belum Puas
Jejak Langkah Azahari
Empat Tahap Resolusi Konflik
PP RI No.24 Thn.2003 Tentang Tata Cara Perlindungan Terhadap Saksi, Penyidik, Penuntut Umum, Dan Hakim Dalam Perkara Tindak Pidana Terorisme
Keppres Pengadilan HAM Ad Hoc
> selengkapnya...

Website

Bakornas Penanggulangan Bencana dan Penanganan Pengungsi (PBP)
Kepolisian Negara Republik Indonesia
Departemen Sosial
Badan Intelijen Negara
Kepolisian Republik Indonesia


Komentar Anda
-
Kirim


Berita Terakhir

Berkurang, Kereta Tambahan Lebaran
Gilbert Arenas Terancam Absen Awal Musim
Kamera Kompak Rasa SLR
Muchdi Tiba, Keamanan Lengang
Buka Puasa ala Bos First Media dan Iqbal

<< April,2005>>
MSnSl RK JS
     01 02
03 04 05 06 07 08 09
10 11 12 13 14 15 16
17 18 19 20 21 22 23
24 25 26 27 28 29 30




 

 
buatan danendro English | Japanese | Registrasi | Help | About us
  copyright TEMPO 2003

Kembali ke atas
Home | Budaya | Digital | Ekonomi |Internasional |Iptek |Jakarta | Nasional | Nusa| Olahraga | Indikator
Majalah | Koran Tempo | Pusat Data