Search  
 
| Advance search | Registration | About us | Careers
  Home  
  Budaya  
  Digital  
  Ekonomi  
  Internasional  
  Iptek  
  Jakarta  
  Nasional  
  Nusa  
Olahraga  
  Majalah  
  Koran  
  Pusat Data  
  Tempophoto  
  Indikator  
English
Apa Itu RSS?
   

Korban Rusuh Mambi Bertambah
Rabu, 27 April 2005 | 21:29 WIB

TEMPO Interaktif, Makassar:Lima orang tewas akibat konflik horizontal pemekaran wilayah Kecamatan Mambi, Kabupaten Mamasa, Sulawesi Barat, 400 kilometer dari Makassar, sejak Minggu (26/4) malam. Dua orang lainnya mengalami luka berat.

Dari lima yang tewas, dua diantaranya perempuan meninggal karena terbakar di dalam rumahnya, Dengpuan (45), dan Besuju (50). Sementara dua orang laki-laki tewas karena kena tembakan, Limon (50), Ucok dan seorang yang belum diketahui identitasnya.
Dua korban luka, Hasan (40) tertembak paha kirinya dan Simon (42) yang tertembak kedua tangannya. Saat ini korban luka dirawat di Rumah Sakit Mamasa.

Kepala Kepolisian Daerah (Kapolda) Sulawesi Selatan, Saleh Saaf, mengatakan saat ini situasi di lokasi sudah mulai kondusif. Sejumlah aparat telah diturunkan ke lokasi untuk berjaga-jaga dan mengamankan lokasi. Penjagaan difokuskan di batas-batas desa lain.

Dari penyisiran di jalan-jalan yang diduga dilalui pelaku, polisi menemukan beberapa selongsong peluru senjata api organik (biasa digunakan polisi). “Selongsong peluru ini sama dengan yang disita oleh aparat Februari lalu,” ujar Saleh.

Menurut Saleh, peristiwa itu menunjukkan adanya kelompok yang tidak menginginkan situasi Mamasa aman. Ia menduga, pelaku pembakaran adalah orang-orang atau kelompok tertentu yang mencoba memancing kembali kerusuhan di Mamasa, dan itu sudah dilakukan berulangkali. Saleh menolak mengatakan bahwa kerusuhan itu merupakan konflik horizontal akibat pemekaran wilayah.

Kerusuhan ini dipicu penyerangan sekelompok orang tak dikenal pada Minggu (24/4) malam. Lima rumah di Desa Ranu Kecamatan Mambi Kabupaten Mamasa, dibakar. Selain rumah, pelaku juga mengeluarkan kursi-kursi gereja di daerah itu. Saleh Saaf ketika itu mengatakan pelaku pembakaran ini lebih dari satu orang. Sembilan saksi diperiksa polisi, termasuk pemilik rumah yang terbakar. Ia belum bisa memastikan pelakunya berasal dari kelompok yang pro atau kelompok yang kontra pemekaran.

Mamasa merupakan bagian dari wilayah pemekaran Kabupaten Polewali Mamasa (Polmas) menjadi Kabupaten Polmas dan Kabupaten Mamasa. Tiga kecamatan yakni Aralle, Tabulaha, dan Mambi menolak bergabung ke Kabupaten Mamasa.

Saat itu terjadi pro kontra antar warga di tiga kecamatan yang setuju dan menolak pemekaran wilayah itu. Sejak itu konflik berulang kali melanda wilayah itu dan kian memanas setelah tiga warga tewas pada 2003. Peristiwa itu mengakibatkan terjadinya gelombang ribuan pengungsi ke luar daerah. irmawati


INDEKS BERITA LAINNYA :
 

 

 

dibuat oleh Radja:danendro
 
Komentar Anda
-
Kirim


Berita Terakhir

Mozaik Kisah Perjalanan Gaghana
Jazz, Enak dan Nyaman buat Ngebut
'Selamatkan Dunia, Kurangi Makan Daging'  
Berlabuh di Kahyangan, Mencicipi Wisata Sumbawa
Wayne Rooney Kecanduan PlayStation

<< April,2005>>
MSnSl RK JS
     01 02
03 04 05 06 07 08 09
10 11 12 13 14 15 16
17 18 19 20 21 22 23
24 25 26 27 28 29 30




 

 
buatan danendro English | Japanese | Registrasi | Help | About us
  copyright TEMPO 2003

Kembali ke atas
Home | Budaya | Digital | Ekonomi |Internasional |Iptek |Jakarta | Nasional | Nusa| Olahraga | Indikator
Majalah | Koran Tempo | Pusat Data