Search  
 
| Advance search | Registration | About us | Careers
  Home  
  Budaya  
  Digital  
  Ekonomi  
  Internasional  
  Iptek  
  Jakarta  
  Nasional  
  Nusa  
Olahraga  
  Majalah  
  Koran  
  Pusat Data  
  Tempophoto  
  Indikator  
English
Apa Itu RSS?
   

Sulawesi Utara

Mahasiswa Menado Tolak Konferensi Asia Afrika
Jum'at, 22 April 2005 | 16:18 WIB

TEMPO Interaktif, Menado:Puluhan mahasiswa gabungan dari beberapa organisasi melakukan unjuk rasa menentang pelaksanaan Konferensi Asia Afrika (KAA), Jumat (22/4). Mereka menilai agenda KAA saat ini bersikap lunak terhadap neo-imperialisme.

“Semangat KAA saat ini berbeda dengan semangat KAA Bandung. Kalau dulu semangatnya yang dibangun adalah anti neo-imperialisme, sekarang justru sebaliknya,” kata Irfan Basri dari Pergerakan.

Indikasi tidak adanya kepemihakan pada rakyat ini, menurut Irfan, agenda pembicaraan KAA hanya seputar ekonomi, bisnis dan perdagangan. Sedangkan isu sosial, kebudayaan dan lingkungan tidak mendapat perhatian. “Soal perjuangan politik Negara-negara berkembang di Asia dan Afrika serta kesetaraan sosial dan kebudayaan, tidak lagi menjadi tema pembicaraan,” ujarnya.

Senada dengan Irfan, Ketua Perhimpunan Mahasiswa Kristen Republik Indonesia, Mechxy Watung, mengatakan, tidak tepat bila KAA tidak konsisten dengan semangat awalnya. “Kekayaan kita dikuras, namun rakyat tidak bisa mengecap pendidikan dan kesehatan murah,” ujarnya.

Aksi yang dimulai dengan yel-yel dan orasi di depan Gedung Joeang Manado ini, melibatkan Pergerakan Mahasiswa Islam Indonesia, Pergerakan Mahasiswa Kristen Republik Indonesia, Himpunan Mahasiswa Islam, HMI Majelis Penyelamat Organisasi, Liga Mahasiswa Nasional Untuk Demokrasi, Serikat Mahasiswa Untuk Demokrasi, dan Gerakan Anak Sosialis.

Mereka memulai aksi unjuk rasa sekitar jam 09.30 WITA. Selesai berorasi di depan Gedung Joeang, mereka melakukan long march menuju Markas Korem Santiago. “Tolak imperialisme yang menindas rakyat! Tolak militer fasis!,” teriak kelompok mahasiswa ini berulang-ulang.

Aksi unjuk rasa ini bubar saat bedug solat Jumat berbunyi. Namun, mereka merencanakan akan menggelar aksi semacam selama 3 hari. “Sabtu dan Senin kami akan turun lagi,” kata Irfan. Ahmad Alheid


INDEKS BERITA LAINNYA :
 

 

 

dibuat oleh Radja:danendro
 
Berita Terkait

Jasa Marga Siapkan Sniper di Jalan Tol
Malaysia Dukung Reformasi di Tubuh PBB
Zimbabwe Tertarik Produk IPTN
Jepang Akan Tingkatkan Investasi di Afrika
Ribuan Pelajar Pasang Bendera Peserta KAA
KAA Diawali Mengheningkan Cipta Untuk Korban Tsunami
Beberapa Negara Asia-Afrika Usulkan Bentuk Bandung Group di PBB
Kalimantan Selatan Tolak Penunjukan Pengadaan Logistik Pilkada
Polisi Khusus Bandara Siaga Amankan Peserta KAA
Presiden Yudhoyono Anjurkan Korea Utara Selesaikan Masalah Melalui Dialog
> selengkapnya...


Referensi

Jakarta Sambut KAA

Komentar Anda
-
Kirim


Berita Terakhir

Berkurang, Kereta Tambahan Lebaran
Gilbert Arenas Terancam Absen Awal Musim
Kamera Kompak Rasa SLR
Muchdi Tiba, Keamanan Lengang
Buka Puasa ala Bos First Media dan Iqbal

<< April,2005>>
MSnSl RK JS
     01 02
03 04 05 06 07 08 09
10 11 12 13 14 15 16
17 18 19 20 21 22 23
24 25 26 27 28 29 30




 

 
buatan danendro English | Japanese | Registrasi | Help | About us
  copyright TEMPO 2003

Kembali ke atas
Home | Budaya | Digital | Ekonomi |Internasional |Iptek |Jakarta | Nasional | Nusa| Olahraga | Indikator
Majalah | Koran Tempo | Pusat Data