Search  
 
| Advance search | Registration | About us | Careers
  Home  
  Budaya  
  Digital  
  Ekonomi  
  Internasional  
  Iptek  
  Jakarta  
  Nasional  
  Nusa  
Olahraga  
  Majalah  
  Koran  
  Pusat Data  
  Tempophoto  
  Indikator  
English
Apa Itu RSS?
   

Sulawesi Tenggara

KPUD se-Sulawesi Tenggara Diduga Korupsi
Jum'at, 15 April 2005 | 12:51 WIB

TEMPO Interaktif, Kendari:Kasus ditangkapnya anggota Komisi Pemilihan Umum (KPU), Mulyana W.Kusumah berimbas ke daerah. KPUD Watch Sulawesi Tenggara menduga para anggota KPU se-Sulawesi Tenggara korupsi. "Dari investigasi yang kami lakukan, total anggaran Pemilu legislatif dan presiden yang diduga telah dikorupsi oleh KPU se-Sulawesi Tenggara Rp 516 juta,"kata Koordinator KPUD Watch Sulawesi Tenggara LM. Taslim Suri dalam konferensi pers di Kendari, Jumat (15/4).

Jumlah di atas, menurut Taslim, baru hasil sementara. "Kami menduga nilainya jauh lebih besar,"ujarnya. Item yang dikorupsi antara lain, pembelian logistik Pemilu : bantalan tusuk dan paku coblos.

Ada keanehan dalam pembelian dua jenis logistik Pemilu
itu. Seluruh KPU di Sulawesi Tenggara menganggarkan dan
membeli kembali bantalan dan paku coblos pada saat
Pemilu presiden. Padahal, saat Pemilu legislatife
April 2004 lalu, kedua jenis logistik itu sudah
dibeli. "Ini artinya, selain diduga melakukan korupsi, KPU di Sulawesi Tenggara juga telah melakukan pemborosan uang negara,"ujarnya.

Contohnya, pada Pemilu legislatif 2004, anggaran yang dihabiskan KPU Kota Kendari untuk pembelian 2.016 bantalan dan paku coblos sebanyak Rp. 20,160 juta untuk 504 tempat pemungutan suara (TPS). Namun, pada Pemilu presiden, KPU Kota Kendari kembali menganggarkan pembelian bantalan dan paku coblos yang nilainya mencapai Rp 40,320 juta atau dua kali lipat lebih besar dari Pemilu legislatif. ""Dari bukti ini saja sudah sangat jelas kalau ada indikasi korupsi yang dilakukan KPU Kota Kendari,"kata Koordinator Advokasi KPUD Watch Sulawesi Tenggara, Hidayatullah.

Hal serupa juga terjadi di KPU Kolaka, Konawe, Buton, Konawe Selatan dan Kota Baubau. Melonjaknya jumlah anggaran untuk pembelian bantalan
dan paku coblos, menurut Koordinator Program dan Data
KPUD Watch Sulawesi Tenggara, La Ode Udin, lantaran
nilainya sudah dimark up.

Contohnya, untuk pembelian bantalan coblos, rata-rata KPU se-Sulawesi Tenggara dalam laporannya menyatakan membelinya dengan harga Rp 35 ribu perlembar. Padahal, saat KPUD Watch melakukan pengecekan harga di tempat pembelian bantalan coblos itu, harga per lembarnya hanya Rp 17 ribu. "Itu baru harga satuan. Tapi kalau membeli dalam jumlah banyak, harganya bisa turun sampai Rp 15 ribu,"kata Udin.

Nilai korupsi masing KUP Daerah berdasarkan hitungan KPUD Watch Sulawesi Tenggara. KPU Kota
Kendari Rp 54,7 juta, Kota Baubau Rp 27 juta, Kabupaten Muna Rp 79,5 juta, Kabupaten Konawe Rp 79,5 juta, Konawe Selatan Rp 68 juta, Kabupaten Buton yang juga membawahi
Kabupaten Wakatobi dan Bombana, Rp 113,8 juta sedangkan Kabupaten Kolaka yang juga membawahi Kabupaten Kolaka Utara, nilai korupsinya sebanyak Rp. 93 juta.

Dedy Kurniawan


INDEKS BERITA LAINNYA :
 

 

 

dibuat oleh Radja:danendro
 
Berita Terkait

DPR Tidak Akan Turut Campur Soal Suap KPU
Mahasiswa Tuntut KPK Tuntaskan Penyelidikan KPU
Ketua KPU Palembang Tersangka Korupsi Kertas Suara
KPK Periksa Ruang Sekjen Komisi Pemilu
Mulyana Besok Batal 'Buka-bukaan'
KPK: Keterangan Saksi Berbeda-beda
Wakil Ketua KPU : Saya Malu
Uang yang Dipakai Mulyana dari Dana Taktis KPU
Mulyana: Istilah Penyuapan itu Salah
KPK Kembali Periksa Kepala Biro Keuangan KPU
> selengkapnya...


Komentar Anda
-
Kirim
-
Baca [1]


Berita Terakhir

Presiden Diminta Beri Sanksi Heru Lelono
Selasar Sunaryo Gelar 'A Decade Of Dedication'
Penyidikan Korupsi PT Telkom Senilai Rp 110 Miliar Terancam Macet
Wakil Presiden: Cina dan Indonesia Saling Membutuhkan
Jumlah Peserta Jamkesmas Kurang dari Kuota Pemerintah

<< April,2005>>
MSnSl RK JS
     01 02
03 04 05 06 07 08 09
10 11 12 13 14 15 16
17 18 19 20 21 22 23
24 25 26 27 28 29 30




 

 
buatan danendro English | Japanese | Registrasi | Help | About us
  copyright TEMPO 2003

Kembali ke atas
Home | Budaya | Digital | Ekonomi |Internasional |Iptek |Jakarta | Nasional | Nusa| Olahraga | Indikator
Majalah | Koran Tempo | Pusat Data