Search  
 
| Advance search | Registration | About us | Careers
  Home  
  Budaya  
  Digital  
  Ekonomi  
  Internasional  
  Iptek  
  Jakarta  
  Nasional  
  Nusa  
Olahraga  
  Majalah  
  Koran  
  Pusat Data  
  Tempophoto  
  Indikator  
English
Apa Itu RSS?
   

Poso

Gempa Panikkan Warga Poso
Rabu, 06 April 2005 | 16:32 WIB

TEMPO Interaktif, Palu:

Gempa berkekuatan 5,0 skala Richter sore hari ini membuat warga Kabupaten Poso, Sulawesi Tengah panik. Ketika bumi bergetar, warga kota Poso berhamburan keluar dan belum berani segera masuk rumah meski gempa telah berakhir. “Trauma gempa Aceh dan Nias membuat kami panik. Padahal kami sebetulnya biasa mengalami gempa seperti ini,” kata Warakas Sultan, warga Desa Tambarana, kecamatan Poso pesisir. Sebagian warga kota Palu – 170 kilometer dari Tambarana – ikut merasakan getaran gempa, namun mereka tidak terlalu panik karena getaran tidak terlalu kuat.

Pihak Badan Meteoroligi Palu (BMG) mencatat pusat gempa bumi (episentrum) berada di sekitar Desa Tambarana dengan kedalaman 45 kilometer di bawah laut Teluk Tomini. Ruslan, staf BMG, memperkirakan akan terjadi lagi gempa susulan di Poso dan sekitarnya, namun kekuatannya makin mengecil. Meski demikian ia meminta agar warga Poso tetap waspada untuk menghindari korban bila terjadi gempa.

Juru bicara Pemerintah Kabupaten Poso, Haris Rengga kepada Tempo via telepon mengatakan hingga kini masih ada warga Poso yang bersiap-siap mendirikan tenda di depan rumahnya untuk mengansipasi gempa susulan. ”Warga mendirikan tenda karena banyaknya isu akan terjadi gempa susulan yang lebih kuat,” kata Haris.

Menurut dia, gempa sore hari ini hanya merusak sebagian kecil rumah warga. "Kerusakannya hanya pada rumah yang setengah jadi yang dibangun kembali akibat konflik bernuansa Sara tahun 2000 lalu,” katanya, seraya menegaskan bahwa tim tanggap darurat setempat sudah memberi bantuan seperlunya.

Darlis

Dari Koleksi Foto TEMPO | Under Development
         
Kameraman SCTV dan anak-anak kecil yang berkumpul setelah gempa di Bengkulu, Juli 2000 [TEMPO/ Rully Kesuma; 30d/394/2000; 2000/07/26].
<br>
Dimuat majalah TEMPO 20010422-102 Petugas kesehatan memeriksa  tekanan darah seorang ibu korban gempa bumi di tenda-tenda darurat di Bengkulu, Juli 2000. [TEMPO/ Rully Kesuma; 30d/394/2000; 2000/07/26].
Kameraman dan Anak-Anak
Korban Gempa Bumi Bengkulu
>>selengkapnya ::

INDEKS BERITA LAINNYA :
 

 

 

dibuat oleh Radja:danendro
 
Berita Terkait

Wagub Akui Bantuan ke Nias Selatan Sangat Kurang
Diare, Kasus Baru Pengungsi di Nias
Nias Selatan Masih Minim Bantuan
Warga Nias Mulai Bangkit
Ratusan Relawan Asing Masuk Melalui Bandara Polonia
Malaria dan Campak Ancam Pengungsi Nias
Pemerintah Jamin Penduduk Nias Tidak Kelaparan
Warga Nias Yang Eksodus Tanggung Jawab Pemerintah
Gempa Landa Sumatera Utara, Satu Hotel Roboh
Gempa Hancurkan Hotel di Asahan
> selengkapnya...


Referensi

Gempa Selama 2005

Website

Info Penyakit Menular
Bakornas Penanggulangan Bencana dan Penanganan Pengungsi (PBP)
Lembaga Penerbangan dan Antariksa Nasional
Badan Meteorologi dan Geofisika
Departemen Sosial


Komentar Anda
-
Kirim


Berita Terakhir

Berkurang, Kereta Tambahan Lebaran
Gilbert Arenas Terancam Absen Awal Musim
Kamera Kompak Rasa SLR
Muchdi Tiba, Keamanan Lengang
Buka Puasa ala Bos First Media dan Iqbal

<< April,2005>>
MSnSl RK JS
     01 02
03 04 05 06 07 08 09
10 11 12 13 14 15 16
17 18 19 20 21 22 23
24 25 26 27 28 29 30




 

 
buatan danendro English | Japanese | Registrasi | Help | About us
  copyright TEMPO 2003

Kembali ke atas
Home | Budaya | Digital | Ekonomi |Internasional |Iptek |Jakarta | Nasional | Nusa| Olahraga | Indikator
Majalah | Koran Tempo | Pusat Data