|
Sulteng Segera Fungsikan Tiga Pulau di Perbatasan
Selasa, 05 April 2005 | 14:33 WIB
TEMPO Interaktif, Palu:Pemerintah Provinsi Sulawesi Tengah akan segera memfungsikan tiga pulau yang berbatasan langsung dengan negara Filipina. Tindakan ini dilakukan untuk mencegah pencaplokan negara lain seperti kasus Sipadan - Ligitan yang kini dimiliki Malaysia.
Tiga pulau milik Sulteng itu Pulau Salando, Pulau Lingayan, dan Pulau Dolangan yang masuk dalam wilayah Kabupaten Tolitoli. Ketiga pulau ini masih berdekatan dan sering dijadikan sebagai persinggahan sementara untuk menuju Filipina.
Juru bicara Pemprov Sulteng, Burhanuddin Maragau mengatakan pulau-pulau itu tidak berpenghuni. Tapi warga Tolitoli menjadikan pulau itu sebagai areal perkebunan kelapa.
Burhanuddin belum bersedia mengungkapkan mengenai langkah-langkah strategis yang akan ditempuh untuk memberdayakan tiga pulau itu. "Yang jelas kami akan memberikan perhatian khusus terhadap pulau-pulau itu dengan menjadikannya sebagai pulau yang produktif," katanya kepada pers Selasa (5/4) di ruang kerjanya.
Burhanuddin mengakui pulau ini tidak terurus, tak ada tanda-tanda pulau itu milik Indonesia. "Karena letaknya berada di laut lepas dan dekat dengan perbatasan negara tetangga, Filipina, sehingga memungkinkan diklaim oleh negara lain," ujarnya. Ia berharap pemerintah pusat memasukkan agenda pembicaraan tentang ketiga pulau yang memiliki potensi perkebunan dan pariwisata.
Sementara itu, Kepala Dinas Perikanan Sulteng, Faisal Sahab mengakui kawasan perairan ketiga pulau itu rawan pencurian hasil laut oleh kapal-kapal ikan asing serta kegiatan penyelundupan hasil hutan.
Kawasan di perairan di wilayah Kabupaten Tolitoli dan Buol banyak didatangi nelayan Filipina yang menjarah hasil laut. Sedang kawasan di perairan laut Selat Makassar di sekitar pantai barat Kabupaten Donggala menjadi ladang garapan kapal- motor asal Malaysia.
Karenanya, kata Faisal, pihaknya berkoordinasi dengan Polairud Polda Sulteng dan Pangkalan Angkatan Laut/Lanal Palu.untuk pengamankan laut Sulawesi dari aksi penjarahan.
Ia mengakui posisinya dalam pengamanan agak lemah karena tidak memiliki pos kelautan. Di Bitung, Sulawesi Utara dan Makassar, Sulawesi Selatan yang sudah punya pos kelautan lautnya sedikit terjaga. Kedua pos itulah yang sering membantu mengawasi hasil laut di daerah Sulteng. "Tapi bantuan pengawasan yang diberikan belum
efektif, karena keterbatasan sarana dan prasarana serta dana operasional," katanya. darlis
INDEKS BERITA LAINNYA :
|