Search  
 
| Advance search | Registration | About us | Careers
  Home  
  Budaya  
  Digital  
  Ekonomi  
  Internasional  
  Iptek  
  Jakarta  
  Nasional  
  Nusa  
Olahraga  
  Majalah  
  Koran  
  Pusat Data  
  Tempophoto  
  Indikator  
English
Apa Itu RSS?
   

Sulawesi Barat

Tiga Kecamatan di Sulbar Banjir
Sabtu, 02 April 2005 | 13:46 WIB

TEMPO Interaktif, Makassar: Sejumlah desa di tiga kecamatan di Sulawesi Barat (Sulbar), sejak Jumat (1/4) hingga Sabtu (2/4), dilanda banjir dengan ketinggian rendam air hingga dua meter. Sekitar 5 ribu jiwa yang bermukim di wilayah tersebut mengungsikan barang-barang ke lantai dua rumah panggung mereka.

Banjir di Sulbar melanda Desa Baru, Kecamatan Luyo, Kampung Toa, Kecamatan Mapilli, dan Campalagian, Kecamatan Campalagian. Selain merendam pemukiman warga, banjir juga merendam beberapa sekolah dasar (SD), sekolah menengah pertama (SM), dan pusat kesehatan masyarakat (puskesmas).

Sekolah yang ikut terendam banjir yakni SD 046 Inpres Baru II, Kecamatan Luyo, dan SMP Negeri 2 Campalagian. Banjir diakibatkan guyuran hujan yang menyebabkan air Sungai Mapilli dan Sungai Malaso meluap hingga ke pemukiman penduduk.

Banjir yang melanda Sulbar juga merendam puluhan hektar padi yang siap dipanen. Sedikitnya 50 hektar padi di Kampung Toa, Kecamatan Mapilli, terancam gagal panen . Kerugian diperkirakan mencapai ratusan juta rupiah.

Dihubungi per telepon, Kepala SMP Negeri 2 Campalagian, Drs Haenuddin memperkirakan kerugian akibat banjir di sekolahnya mencapai ratusan juta rupiah. Pasalnya, sejumlah fasilitas sekolah rusak terendam air, seperti beberapa arsip penting sekolah yang tak sempat diselamatkan.

Haenuddin mengatakan, terpaksa meliburkan 484 siswanya untuk jangka waktu yang tidak ditentukan. Jika hujan tidak turun, Haenuddin memperkirakan, kegiatan belajar mengajar baru bisa dilakukan setelah sepekan. Karena, diperlukan waktu untuk membersihkan dan membenahi kembali sekolah.

Haenuddin mengharapkan pemerintah serius melakukan penanggulangan banjir. Pasalnya, banjir sudah rutin terjadi setiap tahun.

Irmawati

Dari Koleksi Foto TEMPO | Under Development
         
Mobil dan anak-anak yang bermain di jalanan yang digenangi air karena banjir di jalan Proklamasi, Jakarta , 18 Mei 2001 [Koran TEMPO/ Hendra Suhara; K2A/040/2001; 20010702]. Suasana genangan air/ banjir di Pluit, Jakarta, 1996 [Dok. TEMPO; R1A/305/1996; 20010324].
>>selengkapnya ::

INDEKS BERITA LAINNYA :
 

 

 

dibuat oleh Radja:danendro
 
Berita Terkait

Banjir Landa 2 Kabupaten di Kalteng
Palembang Butuh 33 Kolam Retensi Agar Tak Banjir
Sebagian Jalan di Jakarta Utara Tergenang Air
Akibat Hujan dan Angin Kencang, Sejumlah Pohon Tumbang
Tangerang Belum Prioritaskan Penanggulangan Banjir Kamal Malang
Lahan Beralih Fungsi, Banjir Terus Ancam Bekasi
Lima Bulan Rumah Warga Kebanjiran
Pasca Banjir, Lumpur Kepung Perumahan
Dinkes Bekasi Bentuk Tim Pasca Banjir
Tanggul Citarum Masih Aman
> selengkapnya...


Referensi

Protap Permintaan Obat-obatan KLB Banjir
Sistem Pengendali Banjir Jakarta
Peta Banjir Jakarta (dalam sentimeter)
Keppres RI No. 3 Tahun 2001 Tentang Badan Koordinasi Nasional Penanggulangan Bencana dan Penanganan Pengungsi
Peta Banjir DKI Jakarta 2005
Mengapa Jakarta Banjir?
Banjir Datang Lagi

Website

Bakornas Penanggulangan Bencana dan Penanganan Pengungsi (PBP)
Lembaga Penerbangan dan Antariksa Nasional
Badan Meteorologi dan Geofisika
Proyek Induk Pengembangan Wilayah Sungai Ciliwung Cisadane (PPWSCC)
Departemen Sosial
> selengkapnya...


Komentar Anda
-
Kirim


Berita Terakhir

Berkurang, Kereta Tambahan Lebaran
Gilbert Arenas Terancam Absen Awal Musim
Kamera Kompak Rasa SLR
Muchdi Tiba, Keamanan Lengang
Buka Puasa ala Bos First Media dan Iqbal

<< April,2005>>
MSnSl RK JS
     01 02
03 04 05 06 07 08 09
10 11 12 13 14 15 16
17 18 19 20 21 22 23
24 25 26 27 28 29 30




 

 
buatan danendro English | Japanese | Registrasi | Help | About us
  copyright TEMPO 2003

Kembali ke atas
Home | Budaya | Digital | Ekonomi |Internasional |Iptek |Jakarta | Nasional | Nusa| Olahraga | Indikator
Majalah | Koran Tempo | Pusat Data