Search  
 
| Advance search | Registration | About us | Careers
  Home  
  Budaya  
  Digital  
  Ekonomi  
  Internasional  
  Iptek  
  Jakarta  
  Nasional  
  Nusa  
Olahraga  
  Majalah  
  Koran  
  Pusat Data  
  Tempophoto  
  Indikator  
English
Apa Itu RSS?
   

Polisi Temukan Indikasi Aksi Pedofil Perancis
Rabu, 16 Maret 2005 | 15:52 WIB

TEMPO Interaktif, Denpasar:Jajaran kepolisian Polda Bali menemukan indikasi aksi pedofilia yang
dilakukan warga Perancis Michel Rene Heller, 56 tahun, di Bali. Kepada polisi, tiga remaja Dusun Lean Bunutan, Karang Asem, mengaku pernah diminta meraba tubuh Heller dan memegang kelamin Heller.

Ketiga korban yang berinisial I Made Sgr, 14 tahun, I Wayan Wrd, 14 tahun dan I Nengah Gdg, 14 tahun, juga mengaku pernah difoto dalam keadaan telanjang oleh Heller yang sudah dianggap sebagai anak-angkat. “Sementara baru itu hasil penyelidikan, kami masih mendalami bukti-bukti,” kata Kabid Humas Polda Bali Kombes Reniban, Rabu (16/3).

Menurut Reniban, temuan itu bukan laporan korban yang merasa dirugikan Heller. Tapi dari penyelidikan petugas RPK (Ruang Pemeriksaan Khusus-red) Polda Bali yang diterjunkan ke Karang Asem. RPK menangani kekerasan dan pelecehan seksual pada wanita dan anak.

Terkait dengan temuan itu, kata Reniban, Kapolda Bali Irjen Made Mangku Pastika memerintahkan Detasemen Reserse dan Kriminal menunda penyerahan Heller kepada Interpol Prancis. ''Kapolda minta kasusnya di Bali harus dituntaskan dulu agar martabat anak-anak Bali tidak dihina orang asing,'' ujarnya. Polda Bali akan menyurati ke Interpol Prancis untuk menginformasikan kasus Heller di Bali.

Menanggapi temuan polisi, aktivis Committee Againts Sexual Abuse (CASA)
Luh Putu Anggreni berharap polisi bertindak cepat. Untuk mengungkap kasus ini, diperlukan pendekatan khusus kepada korban agar bersedia mengungkapkan fakta yang sebenarnya. “Si korban dan keluarganya perlu diyakinkan, bahwa dia telah menjadi korban pelecehan,” katanya. Kecenderungan korban pedofila, menurutnya justru melindungi pelaku karena merasa telah dibantu secara ekonomi.

Pengacara khusus untuk anak dan perempuan di LBH Bali ini mengatakan, Bali
masih menjadi daerah sasaran pedofil meski pengadilan telah menetapkan hukuman lumayan keras. l rofiqi hasan


INDEKS BERITA LAINNYA :
 

 

 

dibuat oleh Radja:danendro
 
Komentar Anda
-
Kirim


Berita Terakhir

Berkurang, Kereta Tambahan Lebaran
Gilbert Arenas Terancam Absen Awal Musim
Kamera Kompak Rasa SLR
Muchdi Tiba, Keamanan Lengang
Buka Puasa ala Bos First Media dan Iqbal

<< March,2005>>
MSnSl RK JS
  01 02 03 04 05
06 07 08 09 10 11 12
13 14 15 16 17 18 19
20 21 22 23 24 25 26
27 28 29 30 31




 

 
buatan danendro English | Japanese | Registrasi | Help | About us
  copyright TEMPO 2003

Kembali ke atas
Home | Budaya | Digital | Ekonomi |Internasional |Iptek |Jakarta | Nasional | Nusa| Olahraga | Indikator
Majalah | Koran Tempo | Pusat Data