Search  
 
| Advance search | Registration | About us | Careers
  Home  
  Budaya  
  Digital  
  Ekonomi  
  Internasional  
  Iptek  
  Jakarta  
  Nasional  
  Nusa  
Olahraga  
  Majalah  
  Koran  
  Pusat Data  
  Tempophoto  
  Indikator  
English
Apa Itu RSS?
   

Sulawesi Tenggara

Cap Jempol Darah Untuk Dukungan Melawan Malaysia
Jum'at, 11 Maret 2005 | 15:45 WIB

TEMPO Interaktif, Kendari:Sebanyak 120 warga di Kota Kendari yang tergabung dalam Front Masyarakat Bela Negara (Formaben) melakukan aksi cap jempol darah sebagai bentuk dukungan terhadap pemerintah Indonesia untuk memulai konfrontasi bersenjata melawan Malaysia terkait kasus perebutan Pulau Ambalat.

Menurut Koordinator Formaben Nasrun Latjinta, aksi itu cukup mendapat sambutan antusias dari masyarakat Kendari. Buktinya, sejak dibuka pada pagi hari tadi hingga pukul 13.00 WITA, sudah lebih dari 120 orang yang melakukan cap jempol darah.

“Masih ada sekitar 200-an warga yang mendaftar ingin melakukan cap jempol darah belum bisa kami layani karena kami kehabisan stok jarum,” kata Nasrun kepada Tempo di Kendari, Jumat (11/3).

Menurut Nasrun, aksi itu bukan merupakan tindakan gagah-gagahan tetapi lebih sebagai bentuk keberanian untuk mengorbankan darah dan nyawa bagi keutuhan wilayah Indonesia.

Selain ratusan pemuda, aksi itu juga dilakukan sejumlah ibu rumah tangga. Ketika dikonfirmasi, para ibu rumah tangga itu menyatakan bahwa siap ikut maju ke medan perang kalau Indonesia berperang melawan Malaysia.

“Walau cuma ditempatkan di dapur umum, kami siap berjuang untuk membela Indonesia,” kata Suhartinah, seorang ibu rumah tangga.

Uniknya, setiap anggota Formaben yang ikut melakukan aksi cap jempol darah diberikan hadiah berupa lima liter minyak tanah dari Nasrun Latjinta yang dikenal sebagai salah satu pemilik agen minyak tanah di Kota Kendari.

dedy kurniawan

Dari Koleksi Foto TEMPO | Under Development
         
Suasana acara Sidang ke-29 General Border Committee Malaysia - Indonesia di Hotel Shangri-La, Jakarta 16 November 2000 [Bernard Chaniago/ TEMPO; 31D/356/2000; 2000/12/6]. Presiden Soeharto didampingi Perdana Menteri (PM) Malaysia, Mahathir Mohamad di Kuala Lumpur, Malaysia, 1987. [TEMPO/ Ekram Husein Attamimi; 13D/067/1992; 20030131].
Presiden Soeharto

INDEKS BERITA LAINNYA :
 

 

 

dibuat oleh Radja:danendro
 
Berita Terkait

Panglima TNI Harapkan Penyelesaian Diplomasi
PDIP dan PKB Malang Buka Posko Relawan
Konsulat Malaysia Melayani Visa di Halaman
Malaysia Minta Demo di Kedubes Tidak Anarkis
Mahasiswa Malaysia di Yogyakarta Was-Was
Empat Orang TKI Tertembak Polisi Malaysia
Jawa Timur Panas Ganyang Malaysia
Pertemuan Tertutup Menhan dan Pimpinan TNI
Giliran Mahasiswa Ambon Buka Pendaftaran "Ganyang Malaysia"
Plang Nama Konsulat Malaysia Dirusak Demonstran
> selengkapnya...


Referensi

Panas Jakarta-Kuala Lumpur
Negara Berpagar Belasan Ribu Pulau
Ladang Minyak yang Diperebutkan Dua Negara
Babak Baru Sengketa Negeri Serumpun
IMBANG?
> selengkapnya...

Website

Asia-Pacific Economic Cooperation (APEC)
The ASEAN Secretariat


Komentar Anda
-
Kirim
-
Baca [5]


Berita Terakhir

Berkurang, Kereta Tambahan Lebaran
Gilbert Arenas Terancam Absen Awal Musim
Kamera Kompak Rasa SLR
Muchdi Tiba, Keamanan Lengang
Buka Puasa ala Bos First Media dan Iqbal

<< March,2005>>
MSnSl RK JS
  01 02 03 04 05
06 07 08 09 10 11 12
13 14 15 16 17 18 19
20 21 22 23 24 25 26
27 28 29 30 31




 

 
buatan danendro English | Japanese | Registrasi | Help | About us
  copyright TEMPO 2003

Kembali ke atas
Home | Budaya | Digital | Ekonomi |Internasional |Iptek |Jakarta | Nasional | Nusa| Olahraga | Indikator
Majalah | Koran Tempo | Pusat Data