|
Transmigran Lokal Menolak Lokasi
Senin, 28 Pebruari 2005 | 20:50 WIB
TEMPO Interaktif, Palu:Sedikitnya 30 transmigran lokal menolak lokasi Desa Sibado, Kecamatan Sirenja, Kabupaten Donggala, Sulawesi Tengah. Mereka mendatangi kantor DPRD Sulawesi Tengan didampingi pegiat lembaga non-pemerintah Koalisi Rakyat Merdeka (KRM), tadi siang memrotes penempatan di lokasi itu. Alasannya, lokasi itu tanahnya berbatu dan berpasir yang hanya cocok untuk berkebun jangka panjang.
Koordinator lapangan Agus menyatakan, lokasi transmigrasi itu sulit dijangkau karena harus melintasi gunung-gunung terjal. Jalannya pun baru selesai digusur tanpa pengerasan sehingga rawan longsor. Rumah - rumah yang dibangun kata dia hanya berjarak 40 cm dari tepi gunung. Bahkan ada rumah transmigran dibangun di atas gusuran tanah. "Ini berbahaya bagi transmigran bila ada hujan, mereka akan menjadi korban longsoran," katanya.
Fasilitas Puskesmas, sekolah, tempat pekuburan umum yang dijanjikan ternyata belum ada. Karena itu Agus dalam orasinya meminta DPRD membentuk tim khusus yang melibatkan masyarakat, pemerintah untuk menyelesaikan masalah itu. Ia mensinyalir proyek transmigrasi lokal itu sarat korupsi.
Sayang tak ada anggota DPRD yang menerima mereka. Bahkan beberapa pegawai DPRD mengusir mereka karena dianggap mengganggu aktifitas anggata dewan. "Kami diusir dari tempat ini, mereka anggota DPRD lupa daratan," kata Mahfud Masuara, pendamping warga. l darlis
INDEKS BERITA LAINNYA :
|