Search  
 
| Advance search | Registration | About us | Careers
  Home  
  Budaya  
  Digital  
  Ekonomi  
  Internasional  
  Iptek  
  Jakarta  
  Nasional  
  Nusa  
Olahraga  
  Majalah  
  Koran  
  Pusat Data  
  Tempophoto  
  Indikator  
English
Apa Itu RSS?
   

Sulawesi Tengah

Nabi Palsu Ditangkap
Selasa, 15 Pebruari 2005 | 14:42 WIB

TEMPO Interaktif, Luwuk: Zikrullah, seorang warga kabupaten Banggai, Sulawesi Tengah ditahan polisi karena selama ini mengaku sebagai seorang nabi. Dalam praktik keagamaannya, Zikrullah telah mengubah Kalimat Tauhid atau Syahadat. Ia juga telah membuat Kakbah sendiri.

Juru bicara Polda Sulteng Ajun Komisaris Besar Polisi Rais Adam kepada wartawan, Selasa (15/2) di ruang kerjanya, mengatakan berdasarkan laporan dari Reserse dan
Kriminal (Reskrim) Polres Banggai, Zikrullah sudah
sepekan ditahan polisi. Penahanan tersebut, kata dia
karena adanya permintaan dari tokoh agama Islam, dan
tokoh adat di kabupaten paling ujung timur Sulawesi
Tengah.

Dari Polres Banggai diperoleh keterangan Zikrullah akan diproses secara hukum. Ia akan dikenai pasal 156 a KUHP karena membuat permusuhan dalam agama dengan ancaman lima tahun penjara. "Berkas BAP-nya dalam pekan ini sudah siap dilimpahkan ke Kejaksaan Negeri," Kata Anggota Reskrim Polres Banggai Iptu Lukman.

Ia mengatakan, jumlah pengikut nabi palsu ini masih
dalam lingkup wilayah kabupaten Banggai dan Banggai
Kepulauan (Bangkep), yaitu sekitar 1.500 orang. Tapi, yang sudah sadar baru 16 orang.

Lukman menyatakan tiap tahun, pengikut Zikrullah
bertambah. Karena itu ia menghimbau kepada warga agar
tidak tergoda dengan ajaran Zikrullah.

Sekjen Pengurus Besar (PB) Perguruan Islam Al-Khaeraat
Lationo memuji langkah polisi menahan Zikkrullah. Ia mengkhawatirkan akan terjadi benturan umat di tingkat bawah karena ajaran Zikkrullah telah nyata sesat. Apalagi di wilayah Banggai dan Banggkap mayoritas penduduknya adalah warga Al-Khaeraat.

Ia mengaku menerima keluhan umat Islam di daerah
tersebut dua tahun terakhir ini tetang ajaran
Zikrullah. Di lapangan, katanya, Zikrullah telah berani
memasang papan nama tentang ajarannya. "Warga
Al-Khaeraat memang resah dengan ajaran Zikkrullah,"
paparnya.

Darlis

Dari Koleksi Foto TEMPO | Under Development
   
Sebuah kitab jamaah Lembaga Dakwah Islam Indonesia/ LDII yang ditemukan warga di Batuyang, Pringgabaya, Lombok Timur, Nusa Tenggara Barat/ NTB, Senin, 1 Oktober 2002. [TEMPO/ Taufik Subarkah; Digital Image; 20021217].
Kasus Jamaah LDII

INDEKS BERITA LAINNYA :
 

 

 

dibuat oleh Radja:danendro
 
Berita Terkait

Empat Pengikut Sibuea Segera Dipulangkan
Mangapin Dituntut Hukuman Tiga Tahun Penjara
Menantu Sibuea Keberatan Jadi Saksi
Pendeta Sekte Kiamat Akan Menggugat Balik
Besok, Jemaat Mangapin Sibuea Diperiksa Psikiater
Sibuea Menolak Diadili Manusia
Jemaah Sekte Kiamat Asal NTT Dipulangkan
Seorang Jemaat 'Sekte Kiamat' Sibuea Kabur
Jemaat Pondok Nabi Dievakuasi Lagi
Kiamat Sekte Sibuea Diundur Hingga 2007
> selengkapnya...


Komentar Anda
-
Kirim
-
Baca [4]
-
Via SMS
Anda bisa mengomentari berita ini melalui SMS. Ketik TIJAWAB [spasi] brk29 [spasi] komentar dan kirim ke 9333

Berita Terakhir

Berkurang, Kereta Tambahan Lebaran
Gilbert Arenas Terancam Absen Awal Musim
Kamera Kompak Rasa SLR
Muchdi Tiba, Keamanan Lengang
Buka Puasa ala Bos First Media dan Iqbal

<< February,2005>>
MSnSl RK JS
  01 02 03 04 05
06 07 08 09 10 11 12
13 14 15 16 17 18 19
20 21 22 23 24 25 26
27 28




 

 
buatan danendro English | Japanese | Registrasi | Help | About us
  copyright TEMPO 2003

Kembali ke atas
Home | Budaya | Digital | Ekonomi |Internasional |Iptek |Jakarta | Nasional | Nusa| Olahraga | Indikator
Majalah | Koran Tempo | Pusat Data