|
Nusa
Mahasiswa Makassar Demo Kantor Pertamina
Selasa, 28 Desember 2004 | 13:38 WIB
TEMPO Interaktif, Makassar: Aksi menentang kenaikan harga elpiji dan petramax dan rencana kenaikan harga bahan bakar minyak (BBM) kembali dilakukan mahasiswa IAIN Alauddin Makassar, Sulawesi Selatan, Selasa, (28/12). Puluhan mahasiswa berdemonstrasi ke kantor Pertamina Unit Pemasaran VII di Jalan Garuda, Makassar.
Sebelum mendatangi kantor Pertamina, para mahasiswa melakukan aksi demo di depan kampus mereka di Jalan Sultan Alauddin. Mereka sempat menghadang sebuah mobil tangki Pertamina yang sedang melintas di jalan itu. Aksi itu mengakibatkan arus lalu lintas menjadi macet.
Di kantor Pertamina, mahasiswa melakukan orasi. Mereka memprotes rencana kenaikan harga BBM tahun depan. Para mahasiswa mendesak pemerintahan Susilo Bambang Yudhoyono-Jusuf Kalla agar meninjau ulang kebijakan tersebut karena dinilai tidak berpihak kepada rakyat.
Setelah berorasi di depan kantor Pertamina, mereka kemudian diterima General Manager Pertamina UPMs VII, A. Syafruddin, di dalam ruangan. Ketika dialog berlangsung, mahasiswa terus mendesak agar para petinggi Pertamina membuat pernyataan menolak kenaikan harga BBM.
?Kami meminta kepada pihak Pertamina untuk segera dan sesering mungkin melakukan proses kontrol terhadap pendidstribusian BBM kepada masyarakat untuk mengurangi kelangkaan BBM di masyarakat,? kata Syaiful Islam, Jenderal lapangan aksi mahasiswa.
Menanggapi tuntutan mahasiswa, A Syafruddin menjelaskan bahwa menetapkan harga kenaikan harga BBM bukan menjadi wewenangnya. Ia mengatakan, pada prinsipnya, Pertamina juga tidak berniat menyusahkan rakyat. Tetapi di sisi lain, katanya, kenaikan harga BBM sulit untuk dicegah.
Syafruddin menuturkan, saat ini susidi BBM mencapai Rp 70 triliun per tahun. Menurutnya, jika subsidi itu dicabut maka bisa dimanfaatkan untuk sektor lain. ?Dengan uang sebanyak itu, kita bisa membeli pesawat, membangun ini dan itu, pokoknya banyak yang bisa kita lakukan,? katanya memberikan pengertian mahasiswa.
Syafruddin juga mengatakan, negara-negara yang memberi subsidi BBM-nya hanya Indonesia, Myammar dan Vietnam. Oleh karena, katanya, pemerintah ingin mencabut subsidi itu dan menyerahkan harga BBM kepada mekanisme pasar, seperti halnya minyak pelumas.
Irmawati?Tempo
INDEKS BERITA LAINNYA :
|