|
Nusa
Natal di Palu dan Poso Dijaga Ketat Aparat
Sabtu, 25 Desember 2004 | 14:46 WIB
TEMPO Interaktif, Palu: Perayaan Natal di Palu dan Poso, Provinsi Sulawesi Tengah, dalam suasana penjagaan ketat aparat keamanan. Setiap gereja paling sedikit dijaga empat anggota kepolisian.
Dua gereja yang menjadi sasaran aksi penembakan dan
peledakan bom oleh orang tak dikenal dua pekan
lalu, misalnya, dalam dua hari terakhir ini diblokir. Warga yang biasa melewati Jalan Masjid Raya tak bisa melintas di depan Gereja Imanuel.
Pengguna Jalan Masjid Raya dibelokkan ke Jalan Rajawali. Begitu pula dengan penjagaan ketat di Gereja Effatha. Aparat keamanan umumnya membawa senjata panggul. Jangan harap bisa melintas Jalan Masjid Raya jika tidak berkepentingan.
Di Poso, warga yang merayakan Natal diliputi kesedihan.
Ini lantaran dua warga Masani Jhoni dan Jemry dihadang
kemudian dibacok orang tak dikenal di kawasan Irigasi
Pinedapa. Jemry yang juga seorang pendeta hingga kini
masih dirawat di Rumah Sakit Umum Poso.
Wilayah komunitas Kristen Poso kawasan Tentena dan
sekitarnya, warganya terlihat bersuka cita. Mereka
saling memberi makanan dari bambu (Nasi Jaha) sebagai
makanan khas orang Poso.
Jemmy ketua Pemuda Gereja Gereja Poso yang berkedudukan di Tentena mengatakan, Nalal kali ini diliputi kesedihan karena belakangan ini umat Kristiani yang menjadi sasaran pembunuhan. Meski begitu, katanya, pihaknya tetap tegar.
Isi khotbah di gereja pun umumnya mengajak perdamaian.
Pertikaian hanyalah menimbulkan kesengsaraan yang
berkepanjangan, begitu salah satu ajakan pendeta. Jemaat Gereja Advent terlihat menyanyikan kidung Natal agak lirih dan diiringi linangan air mata.
Darlis-Tempo News Room
INDEKS BERITA LAINNYA :
|