Search  
 
| Advance search | Registration | About us | Careers
  Home  
  Budaya  
  Digital  
  Ekonomi  
  Internasional  
  Iptek  
  Jakarta  
  Nasional  
  Nusa  
Olahraga  
  Majalah  
  Koran  
  Pusat Data  
  Tempophoto  
  Indikator  
English
Apa Itu RSS?
   

Nusa

Malam Natal di Manado Terganggu Isu Bom
Sabtu, 25 Desember 2004 | 11:05 WIB

TEMPO Interaktif, Manado: Perayaan malam Natal di Gereja Katolik Hati Tersuci Maria Paroki Katedral, Manado, Sulawesi Utara, sempat dipicu isu bom.

Suasana tegang gereja di Jalan Sam Ratulangi itu berlangsung ketika misa suci sudah dimulai sekitar pukul 23.00, aparat kepolisian mendapatkan laporan adanya mobil yang membawa bom.

Tim Gegana Brimob dan Kepolisian Resort Manado
pun datang. Lima menit sebelum lonceng gereja dibunyikan pukul 23.30 WITA, polisi memecahkan kaca Izusu Panther DD 8207 CT (nomor polisi daerah Sulawesi Selatan) yang dicurigai mengangkut bom.

Polisi mengaduk-aduk isi mobil. Tak berapa lama didapatkan sebuah kardus terbungkus tas plastik
putih. Setelah dibuka, di dalam kardus terdapat minuman dan makanan ringan.

Pemeriksaan dilanjutkan ke bagian bawah mobil. Namun, tak ditemukan barang berbahaya sejenis bom. Kabar ada bom terus berseliweran.

Informasi ada mobil membawa bahan peledak bersumber dari Isuzu Panther pikap tersebut parkir persis di depan gereja. Petugas gereja yang curiga dengan nomor polisi mobil bukan daerah Manado, lantas menanyakan kepada
sejumlah jemaat. Tidak satu pun pengunjung gereja yang ditanya mengaku pemilik mobil.

Sekitas pukul 23.40, mobil ditarik keluar gereja. Tiba-tiba pasangan suami isteri pengunjung gereja datang terburu-buru dan mengaku sebagai pemilik mobil. "Itu mobil saya. Saya lagi ikut misa," kata Yayan meyakinkan.

Menurut Yayan, mobil itu sudah diparkir sekira pukul
22.00. Dia dan keluarganya datang ke gereja saat
jemaat masih sekitar 20 orang. Sebelumnya, Yayan
juga sempat belanja di pasar swalayan.

Direktur Reserse dan Kriminal Kepolisian Daerah
Sulawesi Utara Komisaris Besar Johnny Hutauruk
mengatakan, memecah kaca mobil dibolehkan. "Ini upaya paksa sebagai langkah pengamanan," ujarnya.

Perdebatan antara petugas gereja, pemilik mobil dan
aparat kepolisian terjadi. Petugas gereja telah
mengumumkan ke jemaat dan menanyakan siapa pemilik
mobil. Tapi, ini dilakukan hanya dengan mendatangi
jemaat satu per satu. Pengumuman tidak dilakukan lewat
pengeras suara. Alasannya, pengeras suara yang ada tidak
berfungsi.

Verrianto Madjowa-Tempo News Room




INDEKS BERITA LAINNYA :
 

 

 

dibuat oleh Radja:danendro
 
Berita Terkait

Diduga Bom, Ternyata Tepung Terigu
Gegana Polda NTB Sweeping ke 14 Gereja
Polisi dan Sekuriti Mulai Menyisir Gereja HKBP Rawamangun
DIY Kerahkan Detasemen Antiteror untuk Amankan Natal danTahun Baru
Polda Kerahkan 16 Ribu Personel untuk Amankan Natal dan Tahu Baru
Penembak Jitu Diturunkan Amankan Natal di Solo
Enam Gereja di Malang Dijaga Khusus
Mal-Mal Mulai Ramai Menjelang Natal
Bratz dan Power Rangers Bermain Salju di Supermall Karawaci
Polwil Purwakarta Siagakan Petugas di Setiap Gereja
> selengkapnya...


Komentar Anda
-
Kirim


Berita Terakhir

Berkurang, Kereta Tambahan Lebaran
Gilbert Arenas Terancam Absen Awal Musim
Kamera Kompak Rasa SLR
Muchdi Tiba, Keamanan Lengang
Buka Puasa ala Bos First Media dan Iqbal

<< December,2004>>
MSnSl RK JS
   01 02 03 04
05 06 07 08 09 10 11
12 13 14 15 16 17 18
19 20 21 22 23 24 25
26 27 28 29 30 31




 

 
buatan danendro English | Japanese | Registrasi | Help | About us
  copyright TEMPO 2003

Kembali ke atas
Home | Budaya | Digital | Ekonomi |Internasional |Iptek |Jakarta | Nasional | Nusa| Olahraga | Indikator
Majalah | Koran Tempo | Pusat Data