|
Nusa
Penembakan Gereja Palu Gunakan Senapan Serbu M-16
Senin, 13 Desember 2004 | 16:43 WIB
TEMPO Interaktif, Jakarta:Pelaku penembakan Gereja Kristen Sulawesi Tengah (GKST) Jemaat Anugerah Masomba, di Jalan Tanjung Manimbaya, Palu Provinsi Sulawesi Tengah Minggu malam (12/12) yang melukai Nofri (19) dan Rada Krisna (36) memakai senapan serbu M 16.
Jenis senjata diketahui hasil olah tempat kejadian perkara (TKP) Senin pagi. Di TKP polisi menemukan selongsong peluru berkaliber 5,56 mm. Ukuran kaliber amunisi ini biasa dipakai untuk senjata laras panjang sejenis M 16.
Kapolda Sulteng, Brigjend Pol Aryanto Sutadi usai
upacara penggantian mendadak Polresta Palu, AKBP
Noman Siswandi Senin ini mengatakan untuk Gereja
Kristen Sulawesi Tengah (GKST) Jemaat Imanuel Lolu di
Jalan Masjid Raya pelaku menggunakan senjata api
sejenis pistol genggam. Di gereja ini pelaku selain
menembak Satpam gereja bernama Bintijaya, pelaku juga
melakukan pengeboman sebanyak dua kali.
Dua jemaat Imanuel saat pengeboman sempat shock dan dilarikan ke rumah sakit. "Dua jemaat itu sudah pulang kerumahnya setelah sempat dirawat di rumah sakit Bala keseamatan," kata mantan Direktur Pidana Umum Mabes Polri itu.
Saat ini katanya, polisi sudah mengidentifikasi
pelaku berdasarkan keterangan 15 saksi yang
sudah dimintai keterangan penyidik Polda
Sulteng. Keterangan para saksi menyebutkan pelaku
pemboman di Gereja Jemaat Immanuel Lolu berjumlah dua
orang. Ciri-cirinya bertubuh besar, berbadan gelap dan
menggunakan sepeda motor Yamaha F1ZR
Menurut Kapolda Sulteng, pada saat kejadian pelaku
yang mengemudikan sepeda motor menggunakan kaos
berwarna biru bercelana gelap, sedangkan yang
dibonceng menggunakan kemeja warna krem bercelana
gelap.
Sementara pelaku penembakan di Gereja GKST Jemaat Anugerah Masombaatau sekitar 800 meter arah selatan dari Gereja Immanuel-berjumlah empat orang. Pelaku penembakan di Gereja Anugerah, kata Kapolda, menggunakan sepeda motor Yamaha RX King dengan plat nomor DN 5334 AF yang terbuat dari bahan tripleks.
Kapolda menduga, para pelaku pemboman dan penembakan
itu, masih memiliki hubungan dengan pelaku penembakan
Pendeta Susianti Tinulele dan Jaksa Ferry Silalahi.
"Hanya saja, pelaku kali ini adalah orang-orang yang
baru direkrut," kata Kapolda Sulteng.
Salah seorang saksi di lapangan menyebutkan, saat itu
ia melihat langsung dua orang yang mengendarai sepeda
motor bebek memarkir kendaraannya di tepi jalan, lalu
menembak satpam gereja Immanuel. "Saya juga melihat
pelakunya membakar sumbu bom rakitan lalu melemparnya
ke arah pintu gereja," kata saksi yang menolak
menyebut namanya itu.
Menyinggung soal motif peledakan bom dan penembakan di
dua gereja itu, Kapolda mengaku masih dalam
pengembangan penyelidikan. Tapi, untuk sementara
katanya, mereka berusaha mengerjai polisi yang sedang
konsentrasi di Poso. "Di saat kami sedang bekonsentrasi ke Poso, mereka mencoba mengalihkan perhatian itu ke Palu," ujarnya.
Kapolda juga mengakui, peristiwa kali ini benar-benar
sebagai tamparan keras bagi polisi, sebab jarak lokasi
dengan Markas Polresta Palu hanya sekitar 1 kilometer.
Akibatnya, Kapolresta Palu Ajun Komisaris Besar Polisi Noman Siswandi dicopot dari jabatannya dan digantikan oleh Ajun Komisaris Besar Polisi Guntur Widodo yang
sebelumnya menjabat sebagai Kapolres Banggai, Sulawesi
Tengah.
Kapolresta di copot dari jabatanya karena dia lalai
menjalan pedoman Polda Sulteng yang sudah dirapatkan
pada 6 Desember lalu, yang meyebutkan untuk pengamanan rumah ibadah harus dijaga minimal 4 personil polisi. Aplagi katanya menjelang perayaan Natal yang tak lama lagi bangunan gereja sudah harus dikawal. "Itu sudah saya jelaskan minggu lalu, tapi tak dijalankan, jadi
resikonya kita ganti Kapolresta," tegasnya.
Selain lalai, Kapolda juga menilai bawahannya tidak berkualitas dalam tugas-tugasnya. "Siapa pun yang yang tidak berkualitas akan saya ganti secepatnya," tegas Kapolda dengan wajah yang memerah.
Pada 31 Desember tahun 2002 silam (malam tahun baru),
tercatat ada lima gereja dan satu sekolah alkitab
menjadi sasaran bom, yaitu Gereja GKI di Jalan Maluku,
Gereja Pantekosta di Jalan MH Thamrin, Gereja
Pantekosta di Jalan Gajah Mada, Gereja Advent di Jalan
Setiabudi, Gereja Sidang Jemaat Allah di Jalan Tanjung
Manimbaya dan Sekolah Alkitab Maturiyah juga di Jalan
Tanjung Manimbaya.
Dalam peristiwa itu, hanya peledakan bom di Sekolah
Alkitab Maturiyah yang mengakibatkan jatuh korban tiga
orang, salah seorang di antaranya adalah anggota
polisi yang tangan kanannya putus.
Darlis-Tempo
INDEKS BERITA LAINNYA :
|