|
Nusa
DPRD Minta Wali Kota Gorontalo Mundur
Senin, 06 Desember 2004 | 17:49 WIB
TEMPO Interaktif, Gorontalo: Empat fraksi di DPRD meminta Wali Kota Gorontalo Medi Botutihe mundur dari jabatannya menyusul terjadinya pernyerbuan ke Kampus Universitas Negeri Gorontalo, pekan lalu. ?Fraksi-fraksi telah menerima dan menyetujui Bapak Medi Botutihe mundur dari jabatannya,? kata Ketua DPRD Kota Gorontalo, Adhan Dambea, dalam rapat paripurna khusus, Senin (6/12).
Empat fraksi yang mendesak mundur masing-masing Fraksi Persatuan Pembangunan,
Fraksi Golkar, Fraksi Amanat dan Keadilan, serta Fraksi Bintang Perjuangan Rakyat. Desakan itu diwujudkan dengan membuat surat keputusan (SK) ke Menteri Dalam Negeri melalui Gubernur Gorontalo Fadel Muhammad. Permintaan pengunduran diri Medi karena dianggap bertanggung jawab dalam aksi penyerangan ke kampus pada Kamis (2/12).
Sebelum paripurna khusus, sejak pukul 09.00, DPRD telah mendengar penjelasan Wali Kota Medi tentang rentetan kasus berdirnya rumah makan Terminal Gizi APO hingga penyerangan ke kampus. Bila kondisi sudah kondusif, pemerintah Gorontalo melalui dana APBD akan segera memperbaiki kerusakan-kerusakan akibat penyerangan ke kampus. Selain itu, tiga rumah pribadi Medi juga mengalami kerusakan akibat penyerbuan massa. Menanggapi permintaan mundur terhadap dirinya Medi hanya berkomentar singkat. ?Silakan, ada mekanismenya,? katanya.
Sementara itu, ribuan mahasiswa dalam pernyataan sikap bersama yang dibacakan Iskandar Harun, mengutuk keras tindakan penyerangan dan perusakan kampus. Ini bukan
saja penghinaan bagi perguruan tinggi dan pendidikan di Indonesia, bahkan dunia. Penyerangan ini juga sebagai salah satu bentuk perusakan tatanan hidup dan penindasan terhadap masyarakat.
Mahasiswa lainnya Rauf Ali mengatakan tindakan penyerangan kampus ini sudah amoral. Apalagi, menyerang kampus dengan massa yang sebagian preman yang datang dari belakang rumah pribadi wali kota. ?Ini tindakan kriminalitas tingkat tinggi,? katanya.
Gubernur Gorontalo Fadel Muhammad telah memberi batas satu minggu bagi Kepolisian Daerah dan Kepolisian Resort Gorontalo untuk mengidentifikasi dan menangkap para pelaku penyerangan di Universitas Negeri Gorontalo. ?Kalau tidak terpenuhi saya akan
minta ke Kapolri agar diganti,? katanya.
Minggu malam, Wakil Presiden Jusuf Kalla telah menelpon Fadel untuk menanyakan situasi keamanan di Gorontalo pasca penyerangan. Menurut Fadel, Kepala Polda telah diminta untuk memberlakukan siaga satu dan menempatkan personil di lokasi-lokasi yang rawan.
Hingga saat ini, korban penyerangan ke kampus masih ada yang dirawat di rumah sakit. Salah satunya, Haris Sugiarto, yang bibir pecah dan luka tusukan senjata tajam sedalam 10 centimeter. Mahasiswa Fakultas Teknik, Jurusan Elektro ini diserang secara tiba-tiba saat ujian mid semester. Haris dipukul dengan kayi lalu dibacok dengan samurai.
Verrianto Madjowa?Tempo
INDEKS BERITA LAINNYA :
|