|
Sulawesi Tenggara
Ratusan Peserta Tes CPNS Datangi DPRD Kendari
Kamis, 25 November 2004 | 15:07 WIB
TEMPO Interaktif, Kendari: Sekitar 200 peserta tes ujian Calon Pegawai Negeri Sipil (CPNS) di Kota Kendari, mendatangi gedung DPRD setempat memprotes pelaksanaan ujian yang dinilai telah merugikan mereka, Kamis (25/11). Mereka kecewa karena panitia terlambat mendistribusikan kertas tes, Rabu (24/11), yang seharusnya dibagikan pada pukul 08.00 wita, tapi molor hingga pukul 13.00 wita. Keterlambatan itu mengakibatkan tes berlangsung hingga malam hari. Padahal gedung yang dipakai tes tidak berpenerangan listrik, sehingga peserta terpaksa menggunakan lilin.
Selain itu, sebagian peserta tes CPNS itu juga
mempertanyakan sikap panitia pelaksana ujian yang
tiba-tiba langsung membatalkan hasil ujian CPNS
di SMK 1 dan SMK 2 Kendari. "Alasannya telah terjadi kebocoran soal," kata Abdul Hasan, salah seorang peserta tes CPNS saat berdialog dengan sejumlah anggota DPRD Kota Kendari.
Sementara itu, Ketua Pansus tes CPNS DPRD Kota Kendari, Muhammad Kasim yang juga menjabat Wakil Ketua Dewan, yang ikut menemui pengunjuk rasa mengatakan, pihaknya sejak awal sudah memperingatkan panitia pelaksana ujian untuk menunda pelaksanaan tes. "Alasannya, karena tertunda selama hampir enam jam, pelaksanaan tes tentunya akan berlangsung sampai malam hari. Padahal, kami tahu di seluruh lokasi ujian tak satu pun yang menyediakan lampu penerang listrik," kata Kasim.
Hanya saja, kata Kasim, ketika itu pihak panitia telah
mengambil sejumlah langkah antisipatif dan memberikan
jaminan bahwa pelaksanaan tes akan berlangsung dengan
mulus.
Ketua DPRD Kota Kendari Bahrun Konggoasa yang ikut
dalam dialog tersebut menyatakan, penyebab utama
timbulnya masalah dalam ujian CPNS itu lantaran
ketidakmampuan Percetakan Daerah (PD) Sulawesi
Tenggara selaku pihak yang ditunjuk menggandakan
soal-soal ujian mnyelesaikan pekerjaannya tepat waktu. "Ini semua karena kebijakan panitia tingkat provinsi
yang hanya menunjuk satu percetakan saja menggandakan soal-soal ujian. Semestinya, pekerjaan menggandakan soal-soal itu dikerjakan oleh lebih dari satu perusahaan percetakan," katanya.
Menurut Bahrun, seharusnya panitia tingkat Provinsi
Sulawesi Tenggara telah mengantisipasi pelaksanaan tes CPNS kali ini berbeda dengan tahun-tahun sebelumnya, dimana tiap peserta ketika itu hanya mendapat lima lembar soal ujian. "Untuk tes kali ini tiap peserta harus mengisi soal yang berjumlah lebih dari 20 lembar. Otomatis, waktu untuk menggandakan soal-soal tersebut lebih lama. Belum lagi pekerjaan menyusun halaman tiap-tiap lembaran soal. Ini juga butuh waktu," ujarnya.
Bahrun menduga, ada oknum panitia tingkat provinsi
yang hendak mencari kesempatan sehingga hanya menunjuk
satu perusaaan percetakan saja untuk menggandakan
soal-soal ujian tersebut. "Kita tahu sama tahulah. Saya ini mantan pengusaha, jadi cukup hafal dengan pola-pola semacam itu," katanya.
Menurut Bahrun, pada dasarnya pihaknya sangat setuju
jika hasil ujian dibatalkan dan panitia kemudian
membuat ujian ulangan. Namun dengan catatan, soal-soal
ujian yang diberikan berbeda dengan yang telah
diberikan sebelumnya.
Mendengar penjelasan anggota dewan, ratusan peserta
CPNS lalu mendesak agar Ketua Panitia Pelaksanaan
Ujian CPNS tingkat Kota Kendari dihadirkan dalam
dialog tersebut. Setengah jam kemudian, Ketua Panitia
Pelaksanaan Ujian CPNS Djabar Hibali yang juga
menjabat sebagai Sekretaris Kota Kendari tiba di gedung
dewan.
Tak banyak yang ia jelaskan dalam dialog tersebut kecuali menjanjikan akan mengupayakan menggelar ujian ulangan kepada para peserta khususnya yang berlokasi di SMK Negeri 1 dan SMK Negeri 2 Kendari. "Hari ini juga saya akan berkonsultasi dengan Menko Kesra. Mudah-mudahan, ujian ulangan bisa secepatnya dilakukan," katanya.
Jawaban ini membuat para pengunjuk rasa bergembira.
Namun mereka meminta agar pernyataan Djabar Hibali itu
secepatnya direalisasikan.
Dedy Kurniawan - Tempo
INDEKS BERITA LAINNYA :
|