Search  
 
| Advance search | Registration | About us | Careers
  Home  
  Budaya  
  Digital  
  Ekonomi  
  Internasional  
  Iptek  
  Jakarta  
  Nasional  
  Nusa  
Olahraga  
  Majalah  
  Koran  
  Pusat Data  
  Tempophoto  
  Indikator  
English
Apa Itu RSS?
   

Sulawesi Sumatera

Diare Meningkat Seusai Lebaran
Kamis, 18 November 2004 | 22:12 WIB

TEMPO Interaktif, Jakarta:Kasus penyakit diare di Makassar, Sulawesi Selatan, meningkat dalam beberapa hari ini. Sejak Lebaran hingga Kamis (18/11), puluhan pasien, mayoritas anak-anak, dilarikan ke puskesmas dan rumah sakit di Makassar. Di Rumah Sakit Labuangbaji, sedikitnya 32 anak mendapat perawatan karena diare, sementara 44 anak lainnya dirawat di Puskesmas Jumpandang karena penyakit yang sama.

Ruang Unit Gawat Darurat Rumah Sakit Labuangbaji, Kamis (18/11), tampat ramai oleh ibu-ibu yang menggendong anaknya, sambil menunggu giliran untuk dilayani. Seorang ibu, Evi, mengatakan anaknya menderita mencret sejak Rabu (17/11) malam. “Saya khawatir dengan anak saya, makanya langsung saya bawa ke rumah sakit,” ujarnya.

Rumah Sakit Labuangbaji mencatat, serangan diare mulai terjadi sejak hari Lebaran, Minggu (14/11). Pada hari itu, rumah sakit ini menerima lima anak yang terserang diare. Keesokan harinya, Senin (15/11), jumlah penderita meningkat menjadi 22 anak. Kemudian, tiga penderita menyusul pada Selasa (16/11). Hingga Kamis (18/11), jumlah penderita yang dirawat di Rumah Sakit Labuangbaji karena diare berjumlah 32 orang.

Direktur Rumah Sakit Labuangbaji, dr. Sofyan Muhammad, belum bersedia memberikan penjelasan tentang kasus diare tersebut dengan alas an belum mendalami kondisi pasien-pasien yang dirawat. “Silakan lihat langsung di UGD,” katanya.

Kepala Dinas Kesehatan Makassar, dr. Armyn Nurdin, mengatakan, kasus diare menunjukkan peningkatan sejak hari Lebaran. Penyebabnya, terjadi gangguan pencernaan setelah tubuh istirahat sebulan selama bulan puasa, tidak ada kaitannya dengan wabah atau peralihan musim. “Setelah istirahat selama sebulan selama puasa, kemudian tiba-tiba diisi dengan makanan yang berlemak dan beras ketan. Akibatnya, menimbulkan sakit perut dan muntah berak atau diare,” jelas Armyn.

Menurut dia, diare tersebut merupakan gejala pasca Lebaran. Armyn mengatakan, serangan diare yang terjadi saat ini sudah diprediksi sebelumnya, karena memang rutin terjadi setiap kali usai Lebaran. Serangan diare pasca Lebaran, ujar dia, akan meningkat hingga tujuh hari setelah Lebaran (H+7), namun setelah itu akan menurun. “Gejala diare ini akan kembali menunjukkan peningkatan pada kira-kira tiga minggu setelah musim hujan. Itu sudah bisa kita prediksikan.”

Peningkatan penderita diare juga terjadi di Palembang, Sumatera Selatan. Dalam dua hari terakhir, jumlah pasien yang datang ke Unit Gawat Darurat Rumah Sakit Umum Muhamad Hosin Palembang karena diare dan demam menunjukkan peningkatan dibanding hari biasa. Menurut Hartani, petugas rekam medik di Unit Gawat Darurat Rumah Sakit Muhamad Hosin, pasien yang memeriksakan diri pada Rabu (17/11) mencapai 200 orang. Sementara pada Kamis, hingga siang hari, tercatat 70 pasien yang datang.

Sementara itu, wabah diare yang menyerang Kota Solok, Sumatera Barat, sejak pekan lalu, telah membawa korban meninggal lima orang. Korban terakhir adalah Syahrul, 3 tahun, warga Aripan, Kabupaten Solok, yang meninggal Kamis (18/11) pukul 15.00 di Rumah Sakit Umum Daerah Kota Solok.

Jumlah pasien diare di Solok tinggal empat orang, menurun dari 231 orang. Menteri Kesehatan Siti Faddilah Supari, Kamis (18/11), meninjau korban diare bersama Kepala Dinas Kesehatan Sumatera Barat Abdul Rivai dan Wali Kota Solok Yumler Lahar. Menteri meminta pemerintah daerah, Dinas Kesehatan, dan masyarakat meningkatkan pengawasan terhadap penyakit yang sudah tergolong kejadian luar biasa tersebut. Apalagi, hasil laboratorium menyimpulkan, penderita tidak hanya positif terserang diare, tetapi juga kolera. (Irmawati/Arif Ardiansyah/Febrianti)

INDEKS BERITA LAINNYA :
 

 

 

dibuat oleh Radja:danendro
 
Berita Terkait

Warga Lebak Mulai Terserang Diare
Wabah Diare Serang Kabupaten Tangerang
Diare Tewaskan Dua Warga di Jambi
Tangerang Antisipasi ISPA dan Diare
Korban Gempa Tanah Darat Terserang Berbagai Penyakit
Kekurangan Air Bersih, Ratusan Warga Boyolali Terserang Diare
Wabah Diare di Pulau Sabu Tewaskan 30 Orang


Referensi

Diare
Keputusan Menteri Kesehatan RI No. 1331/ Menkes / SK / X / 2002. Tentang Perubahan Atas Peraturan Menteri Kesehatan RI No.167 / KAB / B.V I I I / 1972. Tentang Pedagang Eceran Obat
Kepres RI No. 12 Thn.1994 Tentang Badan Pertimbangan Kesehatan Nasional
UU RI No.23 Thn.1992 Tentang Kesehatan

Website

Ikatan Dokter Indonesia (IDI)
Departemen Kesehatan


Komentar Anda
-
Kirim


Berita Terakhir

Jakarta Bakal Diguyur Hujan
Ford Naik Lima Peringkat di CSI
Tiga Perempuan Peneliti Raih Fellowship For Women in Science 2008
Indonesia “Juara”
Presiden Dukung Komisi Amandemen UUD 1945

<< November,2004>>
MSnSl RK JS
 01 02 03 04 05 06
07 08 09 10 11 12 13
14 15 16 17 18 19 20
21 22 23 24 25 26 27
28 29 30




 

 
buatan danendro English | Japanese | Registrasi | Help | About us
  copyright TEMPO 2003

Kembali ke atas
Home | Budaya | Digital | Ekonomi |Internasional |Iptek |Jakarta | Nasional | Nusa| Olahraga | Indikator
Majalah | Koran Tempo | Pusat Data