|
Poso Siaga Satu
Sabtu, 13 November 2004 | 14:43 WIB
TEMPO Interaktif, Jakarta:Situasi di Kabupaten Poso memanas lagi. Kepala Kepolisian Resort (Kapolres) Poso Ajun Komisaris Besar Polisi (AKBP) Abdi Dharma, menetapkan Siaga Satu di wilayahnya sejak Sabtu, hari ini. Siaga satu itu, katanya, ditetapkan untuk mengantisipasi adanya bom susulan. Sebagaimana luas diberitakan, sebuah bom meledak di Poso, pagi ini. Dua orang meninggal dalam terkena bom dan beberapa orang lainnya terluka parah.
Sejumlah organisasi keagamaan di Poso menyesalkan kejadian ini. Ketua Ulama Pengurus Besar Al-Khaeerat Poso, K.H Yahya Al Amri, dengan tegas menyerukan,. "Siapapun yang melakukan aksi ini adalah manusia yang biadab", ujarnya.
Sekjen Gereja Kristen Sulawesi Tengah yang berkedudukan di Tentena, Pendeta Irianto Kongkoli, menghimbau pemerintah untuk secepatnya melindungi warga Poso. Ia amat menyesalkan karena bom itu telah menimbulkan korban tak berdosa. Ia mendesak aparat untuk segera menangkap pelakunya dan, "Jangan hanya memberikan janji pengusutan," ujarnya.
Sementara itu Direktur Lembaga Pengembangan Studi dan Hak Asasi Manusia, Samsu Alam Agus, mengatakan operasi Sintuw Maroso yang digelar aparat keamanan polisi dan TNI yang sudah berlangsung selama enam periode dinyatakan telah gagal melindungi masyarakat Poso. Operasi yang sudah menghabiskan dana Rp 9 miliar ini sebaiknya dievaluasi dan dihentikan dan mengganti penanganan keamanan di Poso dengan bentuk lain.
Pernyataan ini didukung oleh gereja, organisasi Islam terbesar di Indonesia Timur Al-Khaeerat, dan sejumlah kelompok Lembaga Swadaya Masyarakat (LSM) di Palu, seperti Kelompok Perlindungan Perempuan Sulawesi Tengah. "Selama sepekan terakhir terjai pembunuhan misterius, pemboman dan penembakan misterius," ujar Samsu Alam.
Darlis Muhammad--Tempo
INDEKS BERITA LAINNYA :
|