Search  
 
| Advance search | Registration | About us | Careers
  Home  
  Budaya  
  Digital  
  Ekonomi  
  Internasional  
  Iptek  
  Jakarta  
  Nasional  
  Nusa  
Olahraga  
  Majalah  
  Koran  
  Pusat Data  
  Tempophoto  
  Indikator  
English
Apa Itu RSS?
   

Sulawesi

Polisi Razia Setiap Kendaraan di Poso
Minggu, 07 November 2004 | 21:12 WIB

TEMPO Interaktif, Palu:Aparat kepolisian Poso saat ini terus melakukan razia terhadap para pengguna jalan yang melalui daerah bekas konflik ini. Penjagaan ketat ini untuk mengantisipasi masuknya provokator yang mungkin memanas-manasi situasi menyusul pembunuhan Kepala Desa Pinedapa Carminalis Ndele, Jumat lalu.

Sekitar 1.800 aparat kepolisian dan 800 prajurit TNI saat ini menjaga wilayah Poso. Pos penjagaan yang paling ketat terdapat di Desa Tumora, pintu gerbang memasuki wilayah Poso. Aparat keamanan tanpa pandng bulu menggeledah setiap orang yang hendak memasuki Poso.

Akibat razia itu, sejumlah warga yang ingin mudik ke Provinsi Sulawesi Selatan terhambat perjalannnya. Asrahuddin, 20 tahun, mahasiswa Universitas Tadulako, mengeluh perjalananya terganggu. Warga Palopo, Kabupaten Luwu, ini mengatakan perjalannya kalau normal hanya 16 jam, tapi karena ada pemeriksaan waktunya bisa dua hari. “Saya sudah terbiasa ditahan kalau ada kejadian di Poso, paling cepat dua hari baru sampai di rumah,” katanya.

Para sopir truk dan bus juga mengeluh dengan adanya razia. Rusman, sopir truk yang biasa barang-barang dari Makassar ke Sulawesi Tengah, mengatakan merugi bila melintas Poso dalam kondisi seperti sekarang. Ia mengatakan, dirinya harus melewati 134 pos keamanan dan semuanya minta uang rokok. “Saya harus siapkan paling sedikit Rp 300 ribu untuk penjaga pos.”

Pendeta Yeni dari Rononuncu, Kecamatan Lage, menyesalkan pembunuhan Kepala Desa Pinedapa, Carminalis. “Kami sangat kecewa dengan kasus ini, untuk kesekian kalinya warga Poso terbantai sia-sia.” Ia menilai, pembunuhan Carminalis yang kebetulan warga nasrani merupakan kegagalan pemerintah memberikan rasa aman bagi warganya. Karena itu, ia minta pemerintah segera menyelesikan konflik Poso secara tuntas.

Carminalis dibunuh secara sadis dengan dipenggal kepalanya. Potongan kepala korban ditemukan dibungkus tas plastik di pinggir jalan di Kelurahan Soya, Kecamatan Poso Kota, Jumat (5/11) pagi. Aparat menemukan tubuh korban saat penyisiran di Desa Masani, di kaki Gunung Potong, sekitar dua kilometer dari rumah korban.
Polisi sejuh ini mencurigai orang yang bertamu ke rumah korban sebelum terjadinya pembunuhan. (Darlis)

INDEKS BERITA LAINNYA :
 

 

 

dibuat oleh Radja:danendro
 
Berita Terkait

Seorang Kepala Desa di Poso Dipenggal
Ditemukan 123 Bom di Kuburan di Mengko Lama, Poso
Penembak Misterius Beraksi Kembali di Poso Pesisir
TNI Tidak Akan Tarik Pasukan dari Papua dan Aceh
TNI Temukan Senjata Thomson Di Poso
Warga Kristen Yogyakarta Gelar Aksi Keprihatinan
Korban Penembakan di Palu Mulai Membaik
Polisi Identifikasikan Penembak di Gereja Effatha Palu
Kaum Muda Sulawesi Tengah Minta Kapolda Dicopot
Polisi Buat Sketsa Pelaku Penembakan Palu
> selengkapnya...


Referensi

Poso, Enam Tahun Dirundung Duka
Empat Tahap Resolusi Konflik
Komisi Kebenaran $ Rekonsiliasi
Keppres Pengadilan HAM Ad Hoc

Website

Kepolisian Republik Indonesia


Komentar Anda
-
Kirim


Berita Terakhir

Berkurang, Kereta Tambahan Lebaran
Gilbert Arenas Terancam Absen Awal Musim
Kamera Kompak Rasa SLR
Muchdi Tiba, Keamanan Lengang
Buka Puasa ala Bos First Media dan Iqbal

<< November,2004>>
MSnSl RK JS
 01 02 03 04 05 06
07 08 09 10 11 12 13
14 15 16 17 18 19 20
21 22 23 24 25 26 27
28 29 30




 

 
buatan danendro English | Japanese | Registrasi | Help | About us
  copyright TEMPO 2003

Kembali ke atas
Home | Budaya | Digital | Ekonomi |Internasional |Iptek |Jakarta | Nasional | Nusa| Olahraga | Indikator
Majalah | Koran Tempo | Pusat Data