|
Sulawesi Tenggara
Polisi Kendari Keroyok Warga
Senin, 25 Oktober 2004 | 15:33 WIB
TEMPO Interaktif, Kendari: Kekerasan kembali dilakukan polisi terhadap warga. Anggota Polisi Resor Kendari mengeroyok seorang warga Keluruhan Gunung Jati, Haerudin, Minggu malam sekitar pukul 22.30 Wita(24/10). Delapan anggota polisi mengeroyok karena Haerudin supir muatan barang, knalpot mobil tersebut meraung-raung saat naik jalan menanjak.
Suara raungasn akibat pedal gas yang ditekan terlalu keras, membuat Brigadir Dua Iksan Taufiki tersinggung, ia dan 7 polisi lainnya mengeroyok Haerudin. "Tanpa bertanya saya langsung dipukuli oleh mereka,"
kata Haeruddin. Akibat pemukulan itu seluruhb wajah Haerudin bonyok. Di bagian bawah matanya robek
dan mengeluarkan darah segar juga nampak menghitam.
Aksi preman polisi ini sudah yang kesekian kali. sebelumnya Tujuh polisi juga mengeroyok warga Gunung Jati. Senin (25/10) Puluhan warga yang tergabung dalam Forum Masyarakat Cinta Damai (Formacid) mendatangi gedung
DPRD Sulawesi Tenggara. Meminta anggota dewan untuk
membantu menangani masalah ini."Dewan bisa meminta kapolda untuk memberi penjelasan terkait kasus ini. Kenapa kasus pemukulan yang dulu saja belum selesai sudah terjadi lagi yang baru. Kami curiga jangan-jangan kasus pemukulan yang pertama itu para pelakunya tak diproses," kata Abdul Kadir,Koordinator Formacid.
Kapolresta Kendari AKBP Joko Mulyono menyatakan pelaku sudah diamankan. "Oknum polisi yang diduga melakukan pengeroyokan itu saat ini masih sedang kami periksa. Kami tak menutup mata atas kasus ini. Biar dia polisi kalau salah tetap harus dihukum," kata Kapolresta.
Dedy Kurniawan
INDEKS BERITA LAINNYA :
|