Search  
 
| Advance search | Registration | About us | Careers
  Home  
  Budaya  
  Digital  
  Ekonomi  
  Internasional  
  Iptek  
  Jakarta  
  Nasional  
  Nusa  
Olahraga  
  Majalah  
  Koran  
  Pusat Data  
  Tempophoto  
  Indikator  
English
Apa Itu RSS?
   

Sulawesi Tenggara

Penyidikan Kasus Bom di Rumah Ketua MARA Masih Nihil
Selasa, 19 Oktober 2004 | 15:44 WIB

TEMPO Interaktif, Kendari: Polisi belum berhasil mendapatkan hasil dari penyelidikan yang dilakukan di rumah Ketua Majelis Amanat Rakyat (MARA) Sulawesi Tenggara, Hidayatullah, pekan lalu.

"Banyak sekali kendala yang kami alami dalam proses
penyidikan. Akibatnya, sampai sekarang kami belum bisa
menetapkan tersangka dalam kasus ini," kata Kapolresta
Kendari AKBP Joko Mulyono kepada Tempo di Kendari,
Selasa (19/10).

Menurut kapolresta, kesulitan utama yang dialami
pihaknya adalah tak adanya sidik jari dan barang bukti
yang ditemukan pihaknya di sekitar lokasi meledaknya
bom. Kalaupun ada, setelah dicocokkan sidik jari yang
ditemukan itu milik anggota keluarga Hidayatullah.

Polisi juga terpaksa mengembalikan dua unit mobil masing-masing berplat DT 16 Edan DT 77 HA yang diduga kuat digunakan para pelaku peledakan bom saat beraksi.
"Alasannya ya itu tadi. Tidak ada bukti kuat atau
saksi mata yang melihat langsung penumpang dari kedua
mobil melemparkan atau meletakkan bom di pekarangan
rumah Hidayatullah," ujarnya.

Bahkan untuk lebih meyakinkan, Kapolresta Kendari
mencontohkan proses penyidikan pada kasus bom JW
Marriot dan bom Kedubes Australia dengan kasus bom di
rumah Hidayatullah.

Kapolresta mengatakan, pihaknya saat ini sedang
mempertimbangkan untuk menggunakan lie detector
(detektor kebohongan) untuk memeriksa ulang para
saksi.

Secara terpisah, Hidayatullah ketika dikonfirmasi
mengaku masih bersabar dan dapat memahami kesulitan
polisi dalam penyidikan kasus tersebut. "Saya percaya,
polisi serius mengusut kasus ini tapi kalau sampai
penyidikannya sama seperti ketika kasus bom pertama
tanggal 16 September tahun lalu saya akan bertindak
sendiri," katanya.

Sejumlah kalangan LSM menilai, kasus peledakan bom
yang untuk kedua kalinya dialami Hidayatullah diduga
kuat erat kaitannya dengan kasus sama yang terjadi
sebelumnya setahun yang lalu.

Indikasinya, dari berbagai isu korupsi yang
diinvestigasi dan dipublikasikan Hidayatullah, tak
satu pun yang memicu terjadinya aksi peledakan bom.

Bahkan, dalam kasus korupsi dana hasil lelang kayu
jati sebesar Rp. 11,6 miliar yang diduga melibatkan
Bupati Kabupaten Muna Ridwan BAE dan korupsi dana APBD
Kota Kendari tahun 2003 sebesar Rp. 1,9 miliar, tak
ada hal serius yang dialami Hidayatullah kecuali hanya
sekedar pesan pendek berisi ancaman. Itupun, ancaman yang muncul dalam SMS itu tak ada yang menyebut bom.


Dedy Kurniawan - Tempo

INDEKS BERITA LAINNYA :
 

 

 

dibuat oleh Radja:danendro
 
Berita Terkait

Muhammad Saifudin Dituntut Enam Tahun Penjara
Permohonan Penangguhan Penahanan Terdakwa Bom Cimanggis Ditolak
BCA Kendari Diancam Bom
Polisi Masih Kejar Empat Pelaku Pembawa Bom
Sebuah Bom Meledak di Cicurug, Sukabumi
Pelaku Bom di KBRI Paris Masih Gelap
Polisi Jinakkan Bom Di Mal Balikpapan
Mensos Berikan Bantuan kepada Korban Bom Kuningan
Bom di Rumah Aktivis Anti Korupsi Merupakan Bom Rakitan
Polisi Kejar Pelaku Bom Kuningan Keluar Jawa
> selengkapnya...


Referensi

Ledakan di Jakarta 2003
Paketan Bom di Indonesia
Teror Bom di Indonesia (Beberapa di Luar Negeri) dari Waktu ke Waktu
Tim Relawan: Korban Biasanya Orang Kecil
Jejak Langkah Azahari
Jamaah Islamiyah
> selengkapnya...

Website

Majelis Mujahidin Indonesia
Kedutaan Besar Amerika Serikat di Jakarta
Kepolisian Republik Indonesia


Komentar Anda
-
Kirim


Berita Terakhir

Berkurang, Kereta Tambahan Lebaran
Gilbert Arenas Terancam Absen Awal Musim
Kamera Kompak Rasa SLR
Muchdi Tiba, Keamanan Lengang
Buka Puasa ala Bos First Media dan Iqbal

<< October,2004>>
MSnSl RK JS
     01 02
03 04 05 06 07 08 09
10 11 12 13 14 15 16
17 18 19 20 21 22 23
24 25 26 27 28 29 30
31




 

 
buatan danendro English | Japanese | Registrasi | Help | About us
  copyright TEMPO 2003

Kembali ke atas
Home | Budaya | Digital | Ekonomi |Internasional |Iptek |Jakarta | Nasional | Nusa| Olahraga | Indikator
Majalah | Koran Tempo | Pusat Data