Search  
 
| Advance search | Registration | About us | Careers
  Home  
  Budaya  
  Digital  
  Ekonomi  
  Internasional  
  Iptek  
  Jakarta  
  Nasional  
  Nusa  
Olahraga  
  Majalah  
  Koran  
  Pusat Data  
  Tempophoto  
  Indikator  
English
Apa Itu RSS?
   

Sulawesi Selatan

Polisi Kejar 12 Tersangka Kerusuhan Mamasa
Senin, 18 Oktober 2004 | 09:31 WIB

TEMPO Interaktif, Makassar:Kepala Polda Sulawesi Selatan Irjen Pol. Saleh Saaf mengatakan, polisi kini sedang mengejar 12 tersangka pelaku penyerangan desa di Kecamatan Aralle, Kabupaten Mamasa, Sulawesi Selatan.

"Sebanyak 12 orang kami kejar, termasuk Jalilu, karena diduga sebagai pelaku penyerangan warga yang kontra (pemekaran) di Desa Aralle utara untuk dimintai pertanggungjawaban, serta seorang lainnya diketahui sebagai penyandang dana," ungkap Saleh kepada wartawan di rumahnya di Makassar kemarin.

Penyerangan pada akhir pekan lalu di desa berjarak 450 km dari Makassar itu menimbulkan kerusuhan yang mengakibatkan sedikitnya 31 rumah terbakar dan dua orang tewas. Selain itu, seribuan orang terpaksa mengungsi ke kecamatan lain.

Menurut Saleh, kelompok penyerang adalah warga propemekaran Kabupaten Polmas menjadi Kabupaten Mamasa dan Kabupaten Polewali. Seorang yang diduga memprovokasi penyerangan, katanya, diidentifikasi bernama Jalilu. Dia inilah yang memajang spanduk bertulisan "ATM masuk wilayah Mamasa" di rumahnya. Spanduk ini memancing emosi warga yang sejak beberapa tahun terakhir menolak keras bergabung dengan Mamasa.

ATM tak lain adalah Aralle, Tabulahan, dan Mambie, tiga kecamatan yang masyarakatnya terbelah berkaitan dengan adanya keputusan pembentukan Kabupaten Mamasa (Undang-Undang No. 11/2002). Pro dan kontra meruncing.

Penolakan dipelopori kelompok warga yang tergabung dalam komunitas Pitu Uluna Salu dari Aralle, Tabulahan, Mambie. Mereka ingin tetap bergabung dengan Kabupaten Polmas. Mereka beralasan, secara historis dan budaya, tiga kecamatan tak bisa dimasukkan ke dalam Kabupaten Mamasa. Sejak keputusan pemekaran, setidaknya sudah tiga kali terjadi bentrok fisik, dengan korban nyawa.

Bentrokan terbaru berlangsung Sabtu lalu. Selain dua orang tewas dan puluhan rumah terbakar, sedikitnya seribu warga Kecamatan Aralle meninggalkan rumah mereka, mengungsi ke Kecamatan Mambie. Menurut Camat Mambie Ahmad, mereka mengungsi karena berembus desas-desus akan ada penyerbuan.

"Warga mengungsi karena ada isu massa yang propemekaran Kabupaten Mamasa akan menyerbu massa yang antipemekaran," kata Ahmad melalui sambungan telepon kemarin. Ahmad menambahkan, warga yang mengungsi itu ditampung di gedung sekolah dasar setempat dan rumah-rumah penduduk.

Ahmad menyatakan belum tahu persis penyebab bentrokan. Tetapi, ia menduga penyerbuan massa propemekaran terhadap massa kontrapemekaran bermotif pemaksaan untuk bergabung ke Mamasa. "Sebab, ada permintaan tanda tangan. Katanya untuk penyelamatan jiwa," ujar Ahmad.

Untuk mengantisipasi bentrok susulan, Kepolisian Daerah Sulawesi Selatan telah menerjunkan 265 personel. Mereka ini gabungan dari brigade mobil (brimob), satuan perintis, dan kepolisian resort setempat ke lokasi kejadian.

Kepala Polda Saleh Saaf mengatakan, polisi telah memblokir akses menuju Desa Aralle, pusat bentrokan. Menurut dia, 15 personel kepolisian ditempatkan di setiap dusun di desa itu untuk mencegah bentrokan. "Situasi di lokasi sudah terkendali," kata Saleh.

Irmawati - Tempo

INDEKS BERITA LAINNYA :
 

 

 

dibuat oleh Radja:danendro
 
Berita Terkait

Bentrok di Bekasi Kembali Makan Korban
Pasca Bentrokan, Belawan Masih Tegang
Satu Warga Tewas Akibat Bentrok di Timika
Kelompok Massa Serang Pos Polisi
Sidang Mahasiswa Mpu Tantular Diwarnai Aksi Unjuk Rasa
Peserta Kampanye PDIP Tewas Dikeroyok Warga
Kampanye PDIP di Yogyarta Rusuh
Pangdam Sriwijaya Minta Maaf pada Polri
Sekitar 100 Tentara Serbu Pos Polisi Terminal Rajabasa
Kampanye PDIP di Semarang Diwarnai Tawuran
> selengkapnya...


Komentar Anda
-
Kirim


Berita Terakhir

Berkurang, Kereta Tambahan Lebaran
Gilbert Arenas Terancam Absen Awal Musim
Kamera Kompak Rasa SLR
Muchdi Tiba, Keamanan Lengang
Buka Puasa ala Bos First Media dan Iqbal

<< October,2004>>
MSnSl RK JS
     01 02
03 04 05 06 07 08 09
10 11 12 13 14 15 16
17 18 19 20 21 22 23
24 25 26 27 28 29 30
31




 

 
buatan danendro English | Japanese | Registrasi | Help | About us
  copyright TEMPO 2003

Kembali ke atas
Home | Budaya | Digital | Ekonomi |Internasional |Iptek |Jakarta | Nasional | Nusa| Olahraga | Indikator
Majalah | Koran Tempo | Pusat Data