|
Sulawesi Tengah
Polisi Kejar Pelaku Pembunuhan di Poso dan Donggala
Jum'at, 15 Oktober 2004 | 16:31 WIB
TEMPO Interaktif, Palu:Aparat Kepolisian Daerah Sulawesi Tengah saat ini berupaya menutup pintu masuk dan keluar provinsi ini menyusul pembunuhan dua warga di Donggala dan penembakan misterius di Kabupaten Poso Rabu lalu. Langkah ini untuk memperkecil ruang gerak pelaku.
Kapolres Donggala, Ajun Komisaris Besar Pol. Sismantoro mengatakan, pihaknya kini telah menjaga seluruh pintu masuk dan keluar di wilayah Biromaru. Dua peleton dari perintis Donggala sudah disiapkan di beberapa pintu masuk di sejumlah di Kecamatan Biromaru.
Kapolres Sismantoro mengakui belum mengetahui motif pembunuhan dua warga di Desa Jono Oge tersebut. "Belum diketahui motifnya," katanya sembari memberi kemungkinan peristiwa pembunuhan ini adalah upaya provokasi massa karena dua warga Jono Oge dibunuh di depan rumah ibadah (gereja).
Pada Rabu (13/10) lalu, di Desa Jono Oge, Kecamatan Biromarun, Kabupaten Donggala, dua warga bernama Zakius Teza dan Yahya Yutajama tewas dibacok orang tak dikenal sekitar pukul 19.00 WITA. Dua pengendara motor Yamaha F1ZR diduga kuat melakukan eksekusi tersebut.
Sejumlah saksi mata di lapangan mengatakan, pengendara F1ZR sempat dikejar warga, tapi sepeda motor pelaku terlalu kencang sehingga warga kehilangan jejak. Kejadian pembacokan tersebut dalam kurun setahun ini di wilayah itu sudah tiga kali terjadi.
Ditempat terpisah, Kapores Poso Ajun Komisaris Besar Pol. Abdi Darma mengutuk terjadinya penembakan misterius yang menewaskan seorang warga Desa Kawende. Persitiwa itu, katanya, dilakukan oleh para provokator yang kembali ingin menui konflik Poso. Saat ini pihaknya masih melakukan pengejaran tehadap pelaku penembakan yang memakai topeng ala cadar.
"Kami siap mengejar pelaku hingga ke hutan-hutan di Poso," ujar Abdi Darma. Tekad ini, kata dia, karena pelaku pembunuhan tersebut sudah tak mendapat tempat di warga Poso. "Warga Poso sepakat tak menerima kehadiran penembak misterius," katanya.
Mohamad Darlis - Tempo
INDEKS BERITA LAINNYA :
|