Search  
 
| Advance search | Registration | About us | Careers
  Home  
  Budaya  
  Digital  
  Ekonomi  
  Internasional  
  Iptek  
  Jakarta  
  Nasional  
  Nusa  
Olahraga  
  Majalah  
  Koran  
  Pusat Data  
  Tempophoto  
  Indikator  
English
Apa Itu RSS?
   

Sulawesi Tenggara

Polisi Sita Dua Mobil Diduga untuk Pengeboman
Rabu, 13 Oktober 2004 | 16:57 WIB

TEMPO Interaktif, Kendari:Dua unit mobil masing-masing jenis Kijang Grand Extra DT 16 E dan Taft DT 77 yang diduga kuat ditumpangi para pelaku yang meledakkan bom di rumah Ketua Majelis Amanat Rakyat (MARA) Sulawesi Tenggara Hidayatullah sekitar pukul 03.45 dini hari kemarin (12/10) disita polisi.

Informasi yang dihimpun menyebutkan, penyitaan terhadap kedua mobil tersebut berlangsung pada malam hari setelah sebelumnya polisi melakukan pengintaian pasca-peledakan bom di rumah Hidayatullah.

"Kedua mobil yang dicurigai dipakai para pelaku pengeboman sudah kami tahan sebagai barang bukti," kata Kasat Reskrim Polresta Kendari Iptu Yos Guntur kepada Tempo, Rabu (13/10).

Khusus mobil jenis Taft berplat DT 77, kata Yos, sempat sedikit mengalami kesulitan karena seorang perempuan yang mengaku istri Sutardjo Pondiu, pemilik mobil tersebut yang juga menjabat selaku Sekretaris Kabupaten Konawe Selatan, menghalang-halangi polisi.

Namun setelah diberi penjelasan, proses penyitaan akhirnya berlangsung dengan mulus, sedangkan penyitaan terhadap mobil Kijang Grand Extra DT 16 E milik La Ode Halami, anggota DPRD Sulawesi Tenggara, berlangsung tanpa hambatan.

Menurut Yos, selain menyita kedua mobil tersebut, pihaknya juga telah memintai keterangan sejumlah saksi. Yos mengatakan, dari sejumlah saksi yang dimintai keterangan itu beberapa di antaranya besar kemungkinan akan dijadikan tersangka.

"Mereka yang berpeluang besar menjadi tersangka itu adalah orang-orang yang diketahui ikut menumpang di kedua mobil tersebut pada malam kejadian peledakan bom," ujarnya.

Sayangnya ketika didesak, Yos Guntur menolak menyebut nama-nama saksi atau orang-orang yang diduga kuat akan dijadikan tersangka dalam kasus tersebut.

Secara terpisah, Kapolda Sulawesi Tenggara Brigjen T. Ashikin Husein mengatakan, meski sudah mengetahui identitas pemilik kedua mobil yang disita itu, namun pihaknya belum berani menyimpulkan apakah keduanya juga ikut terlibat dalam aksi peledakan bom tersebut.

Sementara itu, pantauan di rumah Hidayatullah mengungkapkan, tim Laboratorium Forensik (Labfor) Polda Sulawesi Selatan mulai melakukan identifikasi di lokasi kejadian. Tim yang beranggotakan dua orang dibantu sejumlah polisi dari satuan Penjinak Bom Polda Sulawesi Tenggara itu berusaha mencari tahu bahan apa saja yang terkandung di dalam bom yang meledak di rumah Hidayatullah.

Selain mengambil contoh tanah di lubang sedalam delapan sentimeter dengan diameter 15 sentimeter yang diduga bekas ledakan, tim Labfor juga menyisir secara seksama seluruh pojok halaman depan di rumah Hidayatullah.

Ketika dikonfirmasi, tak satu pun dari anggota tim Labfor itu yang bersedia menyebutkan nama dan memberikan keterangan.

Dedy Kurniawan - Tempo

INDEKS BERITA LAINNYA :
 

 

 

dibuat oleh Radja:danendro
 
Berita Terkait

Mensos Berikan Bantuan kepada Korban Bom Kuningan
Identitas Pelaku Bom di Kendari Diketahui
Polisi Kejar Pelaku Bom Kuningan Keluar Jawa
5.000 Agamawan Dunia Dipastikan Hadiri Gong Perdamaian di Bali
Australia Tanggung Biaya Pendidikan Korban Bom Kuningan
Dua Bom Kembali Meledak di Ambon
Buronan Bom Makassar Diperiksa
Kepala Satgas Antiteror Bom Diganti
Abdul Hamid Akui Terlibat Bom Makassar
Pelaku Bom Diterbangkan Ke Makassar
> selengkapnya...


Referensi

Kronologi Kasus Abdul Jabar
Ledakan di Jakarta 2003
Bom di Jalan Soekarno-Hatta Pekanbaru
Haji Bambang : Apa Mereka Belum Puas
Jejak Langkah Azahari
Ciri Khas Bom Kelompok Hambali
PP RI No.24 Thn.2003 Tentang Tata Cara Perlindungan Terhadap Saksi, Penyidik, Penuntut Umum, Dan Hakim Dalam Perkara Tindak Pidana Terorisme
> selengkapnya...

Website

Kepolisian Republik Indonesia


Komentar Anda
-
Kirim


Berita Terakhir

Berkurang, Kereta Tambahan Lebaran
Gilbert Arenas Terancam Absen Awal Musim
Kamera Kompak Rasa SLR
Muchdi Tiba, Keamanan Lengang
Buka Puasa ala Bos First Media dan Iqbal

<< October,2004>>
MSnSl RK JS
     01 02
03 04 05 06 07 08 09
10 11 12 13 14 15 16
17 18 19 20 21 22 23
24 25 26 27 28 29 30
31




 

 
buatan danendro English | Japanese | Registrasi | Help | About us
  copyright TEMPO 2003

Kembali ke atas
Home | Budaya | Digital | Ekonomi |Internasional |Iptek |Jakarta | Nasional | Nusa| Olahraga | Indikator
Majalah | Koran Tempo | Pusat Data