|
Sulawesi Selatan
Buronan Bom Makassar Diperiksa
Selasa, 05 Oktober 2004 | 21:59 WIB
TEMPO Interaktif, Makassar:Buronan utama bom Makassar yang ditangkap di Yogyakarta, Agung Hamid, tiba di Bandara Hasanuddin, Makassar, Sulawesi Selatan (Sulsel), Selasa (5/10) petang, sekitar pukul 17.15 WITA.
Setelah dibawa ke Markas Polda Sulsel, Agung yang tiba bersama tersangka pemilik bahan peledak dan detonator, Munir, langsung menjalani pemeriksaan intensif.
Agung tiba dengan pesawat komersial Bali Air dengan nomor penerbangan 243. Sebelum tiba di Makassar, Agung diterbangkan dari Yogyakarta kemudian transit di Banjarmasin.
Di Bandara Hasanuddin, Agung langsung mendapatkan penjagaan ekstra ketat sejak menuruni tangga pesawat. Ia langsung digiring ke mobil tahanan melalui pintu kargo untuk dibawa ke Direktorat Reserse dan Kriminal Polda Sulsel. Wartawan yang menunggu sejak pagi tak dibiarkan mendekat untuk mengambil gambar Agung.
Di Markas Polda Sulsel, Agung beberapa kali mengacungkan kedua tangannya yang terborgol ke atas, sambil meneriakkan takbir. Ia terlihat santai saat digiring petugas masuk ke ruang pemeriksaan.
Kepala Polda Sulsel Irjen Pol. Saleh Saaf menjelaskan, Agung langsung menjalani pemeriksaan kesehatan. Setelah itu, ia akan menjalani pemeriksaan intensif. "Mulai malam ini (5/10), ia akan menjalani pemeriksaan intensif oleh tim penyidik," kata Saleh.
Menurutnya, pemeriksaan terhadap Agung menyangkut kegiatan dia selama buron sekitar 22 bulan. Selain itu, penyidik akan mengembangkan penyelidikan seputar keterkaitannya dengan pelaku bom lainnya di tanah air, termasuk pelaku pemboman di depan Kedutaan Besar Australia, Kuningan, beberapa waktu lalu.
Saleh menambahkan, pemeriksaan terhadap Agung juga akan menyangkut siapa yang berada di belakangnya. Pasalnya, ia memiliki cukup dana untuk menggerakkan beberapa orang yang terlibat dalam kasus pemboman di beberapa tempat.
Insiden bom Makassar sendiri terjadi pada malam takbiran Idul Fitri, 5 Desember 2002. Saat itu, bom meledak di restoran cepat saji McDonalds yang terletak di Mal Ratu Indah (MaRI). Hanya beberapa menit setelah ledakan pertama itu, juga terjadi ledakan di ruang pamer mobil NV Hadji Kalla. Baik MaRI maupun NV Hadji Kalla merupakan milik HM Jusuf Kalla, yang kini menjadi wakil presiden terpilih.
Ledakan McDonalds menyebabkan tiga korban tewas dan 14 lainnya mengalami luka-luka. Saat ini tersangka pengeboman yang masih buron yakni Mirzal alias Ghozi dan Hizbullah Rasyid. Sementara sejumlah orang lainnya sudah divonis bersalah oleh Pengadilan Negeri Makassar.
Irmawati - Tempo
INDEKS BERITA LAINNYA :
|