Search  
 
| Advance search | Registration | About us | Careers
  Home  
  Budaya  
  Digital  
  Ekonomi  
  Internasional  
  Iptek  
  Jakarta  
  Nasional  
  Nusa  
Olahraga  
  Majalah  
  Koran  
  Pusat Data  
  Tempophoto  
  Indikator  
English
Apa Itu RSS?
   

Palu

SMKN II Palu dan Rumah Wakapolda Diteror Bom
Jum'at, 01 Oktober 2004 | 22:39 WIB

TEMPO Interaktif, Palu: Sekolah Menengah Kejuruan (SMK) Negeri II Palu, Jumat (1/10), diteror bom. Teror bom melalui telepon itu terjadi sekitar pukul 10.30 Wita. Akibat teror bom tersebut, sekitar 700 siswa di sekolah kejuruan terkemuka di Palu itu dipulangkan.

Ny Astuti, staf Tata Usaha sekolah tersebut mengatakan, sekitar pukul 10.30 Wita, ia menerima telepon dari seorang laki-laki dewasa, dan mengatakan bahwa ada bom yang sudah dipasang di sekolah tersebut dan sebentar lagi akan meledak.

Setelah menerima telepon gelap itu, Ny Astuti langsung menghubungi kepala sekolah dan memulangkan para siswa yang sedang belajar. Sejumlah wartawan yang kebetulan berada di salah satu rumah makan persis di depan
sekolah itu, melihat para siswa lari dan saling bertabrakan. Ada yang berteriak histeris karena kepala sekolah mengumumkan teror bom melalui pengeras suara.

Pihak Polresta Palu yang sebelumnya sudah dihubungi oleh pihak sekolah, langsung mengirimkan pasukan
perintis dan mengamankan lokasi serta memasang police line. Beberapa saat kemudian, tim penjinak bahan
peledak (Jihandak) Brimob Polda Sulteng mendatangi lokasi dan melakukan penyisiran, namun ternyata tidak
ada bom seperti yang ditelepon oleh peneror tersebut.

Sehari sebelumnya, Kamis (30/9) kediaman Wakil Kepala Kepolisian Daerah (Wakapolda) Sulteng, Komisaris Besar Polisi Sukirno, juga menerima teror bom melalui telepon. Lelaki yang menelepon ke rumah pejabat Polda
Sulteng yang juga terletak di jalan Setiabudi Palu Timur itu, mengatakan bahwa ada bom yang diletakkan di
pintu masuk rumah tersebut, dan sebentar lagi akan meledak.

Kapolda Sulteng, Brigadir Jenderal Aryanto Sutadi, yang dikonfirmasi usai salat Jumat di Mapolda Sulteng,
mengatakan bahwa teror bom di Palu akhir-akhir ini sudah mulai lagi terjadi. Oleh karena itu, pihaknya
akan melakukan kerja sama dengan pihak PT Telkom dan Telkomsel untuk memantau adanya peneror lewat telepon. "Yang sulit kita deteksi adalah adanya peneror yang menggunakan kartu pra bayar. Sebab, setela meneror,
mereka langsung bisa membuang kartu tersebut," katanya.

Dengan demikian, dia mengimbau agar agen-agen penjualan kartu pra bayar agar mencatat nama-nama
pembeli, bahkan bila perlu meminta identitas pembeli. "Kami minta agar KTP pembeli diminta saat mereka
membeli kartu pra bayar," imbaunya.

Darlis - Tempo

INDEKS BERITA LAINNYA :
 

 

 

dibuat oleh Radja:danendro
 
Berita Terkait

Polisi Gerebek Rumah Pedagang Sandal
Heri Golun, Pelaku Bom Bunuh Diri
Dalam Persidangan, Adrian Ali Dijaga Ketat
Polda Metro Jaya Membentuk Polsek Baru di Cikarang
Polri Sebar Foto Perekrut Pengebom Bunuh Diri
15 Warga Kebonpedes Menghilang
Lima terdakwa Bom Cimanggis Disidangkan
Tersangka Bom Kuningan Sudah Lima Orang
Intelijen Minta Kewenangan Menangkap
Surat Siap Bunuh Diri
> selengkapnya...


Referensi

Ledakan di Jakarta 2003
Paketan Bom di Indonesia
Teror Bom di Indonesia (Beberapa di Luar Negeri) dari Waktu ke Waktu
Tim Relawan: Korban Biasanya Orang Kecil
Jejak Langkah Azahari
Jamaah Islamiyah
> selengkapnya...

Website

Majelis Mujahidin Indonesia
Kedutaan Besar Amerika Serikat di Jakarta
Kepolisian Republik Indonesia


Komentar Anda
-
Kirim


Berita Terakhir

Indonesia Diminta Garap Energi Iran
Calon Haji Samarinda Mengantre Lima Tahun
MUI dan NU: Kuis SMS Ramadan Itu Judi
Tiket Kereta Pasca Lebaran Masih Tersedia
18 Lampu Lalu Lintas Masih Padam Hingga Sore

<< October,2004>>
MSnSl RK JS
     01 02
03 04 05 06 07 08 09
10 11 12 13 14 15 16
17 18 19 20 21 22 23
24 25 26 27 28 29 30
31




 

 
buatan danendro English | Japanese | Registrasi | Help | About us
  copyright TEMPO 2003

Kembali ke atas
Home | Budaya | Digital | Ekonomi |Internasional |Iptek |Jakarta | Nasional | Nusa| Olahraga | Indikator
Majalah | Koran Tempo | Pusat Data