Search  
 
| Advance search | Registration | About us | Careers
  Home  
  Budaya  
  Digital  
  Ekonomi  
  Internasional  
  Iptek  
  Jakarta  
  Nasional  
  Nusa  
Olahraga  
  Majalah  
  Koran  
  Pusat Data  
  Tempophoto  
  Indikator  
English
Apa Itu RSS?
   

Sulawesi Utara

Tangan Kanan Hambali Tertangkap
Selasa, 28 September 2004 | 17:04 WIB

TEMPO Interaktif, Manado: Adrian Ali alias Amin, tangan kanan Hambali, tertangkap di Pulau Tinakareng, Kabupaten Kepulauan Sangihe, Sulawesi Utara. Ali diketahui sebagai orang dekat Hambali, otak pelaku pemboman di sejumlah negara, termasuk di Indonesia, yang ditangkap 11 Agustus tahun lalu di Thailand, setelah Kepolisian Daerah Sulawesi Utara melakukan cek ulang data Ali, dengan Satuan Tugas Anti Teroris DEN 88, Mabes Polri. "Tim Mabes Polri atau Polda Jawa Barat akan
mengembangkan (kasus) ini," kata Direktur Reserse dan
Kriminal Polda Sulawesi Utara Komisaris Besar Johnny
Hotma Hutauruk, Selasa (28/9).

Menurut dia, Ali yang berasal dari Tasikmalaya, Jawa
Barat itu diduga sebagai salah satu pelaku bom
Pangandaran, Jawab Barat. Itu sebabnya, kasus ini
kemungkinan akan dikembangkan Polda Jawa Barat. Saat
ini, Ali sedang diinterogasi penyidik Polri di
Sangihe.

Semula Ali ditangkap sebagai pemalsu blanko surat jalan yang memungkinkan seseorang masuk Filipina tanpa paspor, Juni lalu. Dia dan dua orang temannya, yaitu Syafrudin, 27 tahun, asal Semarang, Jawa Tengah dan Andre Podungge, 23 tahun asal Gorontalo, tidak dapat menunjukkan identitas ketika sampai ke Tinakareng. Sebelumnya, mereka ikut dalam pengajian di Pondok Pesantren Hidayatullah, Sangihe.

Lalu Polda Sulawesi Utara pekan lalu membawa
foto-fotonya ke Mabes Polri. Polisi mengembangkan kasusnya dengan mengintrograsi Ali lebih dalam lagi. Ali alias Amin ini mengaku bernama Abdul Kholiq. Dia terakhir bertemu Hambali di Bangkok. Menurut Johnny, Ali juga pernah mengikuti perjalanan Hambali mulai dari Afganistan, Pakistan, Bangkok dan Moro. Sangihe merupakan perjalan terakhir di Indonesia, selain ke Banjarmasin dan Makassar.

Verrianto Madjowa - Tempo

INDEKS BERITA LAINNYA :
 

 

 

dibuat oleh Radja:danendro
 
Berita Terkait

15 Warga Kebonpedes Menghilang
Lima terdakwa Bom Cimanggis Disidangkan
Istri Irun Hidayat Bantah Suaminya Terkait Tersangka Bom Kuningan
Tersangka Bom Kuningan Sudah Lima Orang
Polisi Segera Buktikan Pelaku Bom Kuningan
Panglima: Unit Antiteror Australia Bukan Ancaman
Intelijen Minta Kewenangan Menangkap
Imparsial: Ketua BIN Tidak Harus Militer
Kapolri Belum Tahu Persis Rencana Australia Bentuk Unit Anti Teror
Kapolri: Lampung Berpotensi Sebagai Tempat Persembunyian Pembom
> selengkapnya...


Referensi

Kronologi Kasus Abdul Jabar
Perjalanan Ali Gufron
Kronologi Kasus Imam Samudra.
Jenderal Laskar Istimata
Rangkaian Pencabut Nyawa
Imam Samudra: ”Demi Allah, Tak Akan Selesai”
InpresRI No. 5 Thn 2002 (kepada Kepala Badan Intelijen Negara sehubungan dengan terorisme)
Inpres RI No. 4 Thn 2002 (kepada Menteri Negara Koordinator Bidang Politik dan Keamanan sehubungan dengan terorisme)
UU RI No.15 Thn 2003 Tentang Penetapan PERPU 1/2002 Tentang Pemberantasan Tindak Pidana Terorisme, Menjadi Undang-Undang
> selengkapnya...

Website

Majelis Mujahidin Indonesia
Kedutaan Besar Amerika Serikat di Jakarta
Kepolisian Republik Indonesia
Departemen Luar Negeri


Komentar Anda
-
Kirim


Berita Terakhir

Berkurang, Kereta Tambahan Lebaran
Gilbert Arenas Terancam Absen Awal Musim
Kamera Kompak Rasa SLR
Muchdi Tiba, Keamanan Lengang
Buka Puasa ala Bos First Media dan Iqbal

<< September,2004>>
MSnSl RK JS
   01 02 03 04
05 06 07 08 09 10 11
12 13 14 15 16 17 18
19 20 21 22 23 24 25
26 27 28 29 30




 

 
buatan danendro English | Japanese | Registrasi | Help | About us
  copyright TEMPO 2003

Kembali ke atas
Home | Budaya | Digital | Ekonomi |Internasional |Iptek |Jakarta | Nasional | Nusa| Olahraga | Indikator
Majalah | Koran Tempo | Pusat Data