Search  
 
| Advance search | Registration | About us | Careers
  Home  
  Budaya  
  Digital  
  Ekonomi  
  Internasional  
  Iptek  
  Jakarta  
  Nasional  
  Nusa  
Olahraga  
  Majalah  
  Koran  
  Pusat Data  
  Tempophoto  
  Indikator  
English
Apa Itu RSS?
   

Makassar

Koalisi Kebangsaan Sulawesi Selatan Akan Tetap Dipelihara
Sabtu, 25 September 2004 | 20:56 WIB

TEMPO Interaktif, Jakarta: Sekretaris Koalisi Kebangsaan Sulawesi Selatan (Sulsel), Arfandy Idris, mengatakan, tetap akan memelihara keberadaan Koalisi Kebangsaan, termasuk di antara anggota DPRD Sulsel. Partai-partai yang bergabung dalam Koalisi Kebangsaan di daerah ini adalah Partai Golkar, Partai Demokrasi Indonesia Perjuangan (PDIP), Partai Persatuan Pembangunan (PPP), dan Partai Damai Sejahtera.

Hal itu dikatakan Arfandy ketika dihubungi, Sabtu (25/9). Di DPRD Sulsel sendiri, katanya, kekuatan Koalisi Kebangsaan sebanyak 47 orang. Anggota koalisi terdiri Partai Golkar 33 orang, Partai Demokrasi Indonesia Perjuangan (PDIP) 6 orang, Partai Persatuan Pembangunan 7 orang, dan Partai Damai Sejahtera satu orang.

Menurut Arfandy yang kembali terpilih sebagai angota DPRD Sulsel periode 2004-2009, Koalisi Kebangsaan menjadi penting sebagai sarana pemberdayaan demokratisasi. Salah satu tujuan koalisi, lanjutnya, sebagai chek and balance untuk mencermati semua tingkat pemerintahan. "Masyarakat menginginkan chek and balance. Koalisi kebangsaan akan menjadi penyeimbang. Oleh karena itu, kita akan terapkan di DPRD Sulsel," kata Arfandy.

Menurut Arfandy, tidak tepat mengkambinghitamkan Koalisi Kebangsaan hanya karena perolehan suara pasangan Megawati-Hasyim Muzadi dalam pemilihan presiden kalah dari pasangan Susilo Bambang Yudhoyono-Jusuf Kalla. Sebab, terdapat banyak faktor yang bisa mempengaruhi perolehan suara itu, bukan hanya faktor Koalisi.

"Walaupun ada beberapa yang tidak efektif, namun terlalu dini kalau Koalisi Kebangsaan tiba-tiba harus dibubarkan. Kalau menilai satu sisi saja (kekalahan Mega), itu tidak fair. Koalisi akan berjalan terus dan mengambil posisi sebagai chek and balance," jelas Arfandy. Apalagi, tambahnya, koalisi adalah keputusan partai, bukan keputusan pribadi Akbar Tandjung. Oleh karena itu, yang harus mempertanggungjawabkannya adalah partai, bukan Akbar sendiri.

Anggota DPRD Sulsel dari Partai Persatuan Pembangunan, Mariattang, berpendapat, Koalisi Kebangsaan tidak harus permanen untuk semua urusan. Artinya, kata dia, boleh jadi PPP bergabung dengan koalisi untuk urusan tertentu, tapi untuk urusan lain tidak. "Saya melihatnya ini (Koalisi Kebangsaan) sebagai koalisi taktis. Tidak semua kebijakan secara otomatis bergabung. Mungkin ada isu lain, kita tidak bergabung," katanya.

Mariattang mengakui, memang ada harapan koalisi diteruskan di tingkat parlemen. Namun, katanya, hingga Sabtu (25/9), belum ada pembahasan lebih lanjut. Ia sendiri menyatakan, masih akan melihat perkembangan dalam beberapa hari mendatang.

Irmawati - Tempo

INDEKS BERITA LAINNYA :
 

 

 

dibuat oleh Radja:danendro
 
Berita Terkait

Koalisi Kebangsaan Jawa Timur Ikut Keputusan Pusat
Dorodjatun Tidak Akan Tergoda Masuk Dewan Ekonomi
Kalla: Dewan Ekonomi Bertugas Memberi Masukan kepada Presiden
Akbar: Perpecahan PDIP Tidak Akan Goyahkan Koalisi Kebangsaan
Gus Dur Bantah Rumor Jadi Penasihat Kabinet Yudhoyono
Azumardi Azra Siap Bila Dipanggil Masuk Kabinet
Yudhoyono Berharap Proses Rekonsiliasi Segera Terwujud
Fungsionaris PDIP Minta Koalisi Kebangsaan Dibubarkan
Mega Diminta Tidak Membuat Kebijakan Strategis
Akbar Tandjung: Ketua DPR Jatah Partai Golkar
> selengkapnya...


Referensi

Jadwal Pemilu Presiden Putaran Kedua
Profil Megawati Soekarnoputri
Profil Susilo B. Yudhoyono
Profil Jusuf Kalla
Keputusan KPU tentang Kampanye Pemilu Presiden dan Wakil Presiden
PP RI No. 9 Tahun 2004 Tentang Kampanye Pemilihan Umum Oleh Pejabat Negara
UU Nomor 3 Tahun 1999 tentang Pemilihan Umum Presiden
> selengkapnya...

Website

Panitia Pengawas Pemilu
KPU
Pro SBY
Mega For President
Megawati-Hasyim Muzadi
> selengkapnya...


Komentar Anda
-
Kirim


Berita Terakhir

Berkurang, Kereta Tambahan Lebaran
Gilbert Arenas Terancam Absen Awal Musim
Kamera Kompak Rasa SLR
Muchdi Tiba, Keamanan Lengang
Buka Puasa ala Bos First Media dan Iqbal

<< September,2004>>
MSnSl RK JS
   01 02 03 04
05 06 07 08 09 10 11
12 13 14 15 16 17 18
19 20 21 22 23 24 25
26 27 28 29 30




 

 
buatan danendro English | Japanese | Registrasi | Help | About us
  copyright TEMPO 2003

Kembali ke atas
Home | Budaya | Digital | Ekonomi |Internasional |Iptek |Jakarta | Nasional | Nusa| Olahraga | Indikator
Majalah | Koran Tempo | Pusat Data