|
Sulawesi Selatan
Di Makassar, SBY-Kalla Sementara Unggul
Senin, 20 September 2004 | 16:27 WIB
TEMPO Interaktif, Makassar: Hasil penghitungan sementara pemilihan presiden putaran kedua di Makassar, Sulawesi Selatan, Senin (20/9), menempatkan pasangan Susilo Bambang Yudhoyono-Jusuf Kalla sebagai pemenang. SBY-Kalla, bahkan unggul di tempat pemungutan suara (TPS) Gubernur Sulsel Amin Syam, yang juga Ketua DPD I Partai Golkar Sulsel.
Di TPS III Kelurahan Sawerigading, Kecamatan Ujungpandang, tempat gubernur mencoblos, juga merupakan TPS Wali Kota Makassar, Ilham Arif Sirajuddin, yang juga Ketua DPD II Partai Golkar Makassar. Di TPS ini, pasangan SBY-Kalla memperoleh suara 165 sedangkan pasangan Mega-Hasyim mendapat suara 66.
Tidak hanya di TPS tempat petinggi Golkar Sulsel itu mencoblos, Mega kalah, pun Di TPS Ketua Tim Sukses Megawati-Hasyim, HZB Palaguna, Megawati tak mampu mengalahkan SBY-Kalla. Di TPS II, Kelurahan Tidung, Kecamatan Rappocini, tempat mantan Gubernur Sulsel itu mencoblos, pasangan Mega-Hasyim hanya memperoleh 26 suara, jauh di bawah pasangan Yudhoyono- Kalla yang meraup 223 suara.
Di TPS seorang tokoh masyarakat Sulsel, Andi Sose, yang juga menjadi Ketua Kelompok Kerja 45 Tim Sukses Mega-Hasyim, pasangan SBY-Kalla juga unggul dengan perolehan suara 89, sedang Mega-Hasyim memperolah 41 suara.
Di luar Makassar, pasangan SBY-Kalla juga memimpin perolehan suara sementara. Camat Ujungpandang, A. Bukti Djufrie, mengatakan, berdasarkan laporan stafnya di Pulau Laelae, pasangan SBY- Kalla memperoleh suara 712 dan Mega-Hasyim memperoleh 74 suara. "Hasil perolehan itu dicatat dari 4 TPS yang ada di pulau itu," kata Bukti.
Secara umum pelaksanaan pencoblosan di Makassar, berlangsung aman. Hanya saja, berdasarkan pantauan di beberapa TPS, animo masyarakat untuk mencoblos tampak menurun. Di TPS IV Kelurahan Sawerigading, misalnya, jumlah pemilih yang terdaftar 292 orang, namun yang datang menggunakan hak suara hanya 163 orang. Demikian pula di TPS gubernur, 98 pemilih terdaftar tidak datang mencoblos.
Di Pelabuhan Makassar, lebih 200 penumpang kapal, KM Kirana, tidak menggunakan hak pilihnya. Para wajib pilih itu tampak hanya duduk-duduk di terminal pelabuhan menunggu keberangkatan kapal tujuan Pelabuhan Tanjung Perak, Surabaya. Petugas sebenarnya sudah meminta mereka datang ke TPS sekitar pelabuhan. Namun, karena sebagian besar mereka tidak memiliki kartu pemilih sehingga mereka terlihat bermalas-malasan.
Irmawati - Tempo
INDEKS BERITA LAINNYA :
|