|
Sulawesi Selatan
Bank BRI Makassar Juga Diteror Bom
Rabu, 15 September 2004 | 15:15 WIB
TEMPO Interaktif, Makassar:Hari kedua kampanye pemilihan presiden putaran kedua kembali diwarnai ancaman teror bom. Kali ini, ancaman bom diterima Bank Rakyat Indonesia (BRI) Cabang Sombaopu, Makassar, Rabu (15/9). Sehari sebelumnya, kantor Komisi Pemilihan Umum (KPU) Makassar diancam akan diledakaan oleh seorang penelepon gelap.
Ancaman bom terhadap Bank BRI Sombaopu diterima sekretarisnya, Yeni, sekitar pukul 09.45. Menurut Yeni, penelepon yang mengancam bersuara laki-laki. "Penelepon itu memberitahukan ada bom yang sudah dipasang di kantor ini (BRI) akan meledak sejam kemudian," kata Yeni.
Menurut Yeni, ketika ia berusaha menanyakan identitasnya, si penelepon langsung menutup teleponnya. Setelah Yeni memberitahu adanya ancaman itu, seluruh karyawan BRI yang berjumlah 52 orang panik. Mereka lalu berhamburan keluar kantor. Pihak bank lalu menghubungi aparat kepolisian.
Tim penjinak bahan peledak (jihandak) Brimob Polda Sulsel, aparat dari Polwiltabes Makassar dan Polresta Makassar Barat tiba di lokasi setelah 30 menit kemudian.
Petugas langsung melakukan penyisiran. Namun, mereka tidak menemukan adanya benda mencurigakan di kantor yang terletak di Jalan Bau Massepe itu.
Kepala Polwilatabes Makassar, Komisaris Besar Adjie Rustam Ramdja, yang datang ke lokasi, mengatakan ancaman itu kemungkinan besar hanya untuk mengganggu ketenangan masyarakat, apalagi menjelang pemilihan presiden.
Meski begitu, kata Adjie, pihaknya akan meningkatkan langkah-langkah pengamanan seiring dengan munculnya teror bom itu. Polwiltabes Makassar sendiri akan menerjunkan 2/3 dari kekuatannya untuk mengamankan pemilihan presiden 20 September mendatang.
Dalam dua bulan terakhir, ancaman bom di Makassar sudah terjadi dua kali sebelumnya. Selain KPU Makassar, RS Bersalin Budi Mulya dan kantor PT Pelni Makassar juga pernah diancam bom.
Irmawati - Tempo
INDEKS BERITA LAINNYA :
|