|
Sulawesi Selatan
Jusuf Kalla: Naskah Asli Super Semar Ada di Soeharto
Kamis, 09 September 2004 | 17:47 WIB
TEMPO Interaktif, Makassar: Teka-teki tentang naskah asli Surat Perintah Sebelas Maret (Supersemar) 1966 semakin tidak jelas. Salah satu pelaku Supersemar, Jenderal Andi Muhammad Jusuf, yang diharapkan membeberkan simpang siurnya isi perintah itu, meninggal, Rabu (8/9) sekitar pukul 21.35 wita.
Orang kepercayaan Jenderal Jusuf, HM Jusuf Kalla, yang juga calon wakil presiden, mengatakan, naskah asli Supersemar sebenarnya ada di tangan mantan Presiden Soeharto. Hal itu diutarakan Kalla di sela-sela kedatangannya melayat di rumah duka, Kamis (9/9). "Naskah aslinya, itu di tangan Pak Harto sebenarnya. Karena pada waktu malam itu, beliau (Jenderal Jusuf) menyerahkan ke Pak Harto," kata Kalla.
Ditanya soal kemungkinan adanya kopian Supersemar yang dipegang Jenderal Jusuf, Kalla mengatakan, "Tentu banyak dokumen-dokumen di tangan dia (Jenderal Jusuf). Dokumen-dokumen yang menyangkut tugas-tugas. Tapi itu milik pribadi beliau."
Dikatakannya, secara formal Supersemar sudah banyak diketahui masyarakat umum. Saat itu, katanya, Jenderal Jusuf dan Basuki Rahmat datang ke Pak Harto. Jenderal Jusuf juga, katanya, datang ke Presiden Soekarno untuk menyampaikan keadaan situasi sebenarnya serta solusinya yang disetujui Bung Karno. "Dan itu artinya diketahui semua masyarakat. Konsepnya seperti itu," kata Kalla.
Irmawati - Tempo News Room
INDEKS BERITA LAINNYA :
|