|
Sulawesi Selatan
Almarhum M. Jusuf Dimakamkan di Pemakaman Umum
Kamis, 09 September 2004 | 16:03 WIB
TEMPO Interaktif, Makassar:Jenazah mantan Menteri Pertahanan dan Keamanan/Panglima ABRI Jenderal (Purn) Andi Muhammad Jusuf Amir dimakamkan di Tempat Pemakaman Umum (TPU) Panaikang, Kamis (9/9) sekitar pukul 14.00 WITA.
Menurut wasiat yang disampaikan ke keluarganya sebelumnya, almarhum memang menolak dimakamkan di taman makam pahlawan manapun.
Almarhum dimakamkan di samping makam anak satu-satunya, Jaury Jusuf, yang meninggal pertengahan 1960-an. "Kesepakatan keluarga memang sudah begitu. Jadi jangan tanyakan mengapa," kata Andi Herry Iskandar, keponakan almarhum yang juga Wakil Wali Kota Makassar.
Jenazah almarhum diberangkatkan dari rumah duka di Jalan Sungai Tangka 25, Makassar, Sulawesi Selatan. Jenazah almarhum dilepas dengan upacara persemayaman militer dipimpin Kepala Staf Angkatan Darat (KSAD), Jenderal Ryamizard Ryacudu.
Ribuan pelayat tampak berkumpul di rumah duka dan sekitarnya. Selain Ryamizard, pelayat yang datang ke rumah duka antara lain mantan Wakil Presiden Try Sutrisno, Menteri Perhubungan Agum Gumelar, calon wakil presiden HM Jusuf Kalla. Ucapan bela sungkawa dan karangan bunga memenuhi halaman depan rumah duka.
Sesaat sebelum jenazah diberangkatkan dari rumah duka, cuaca yang cukup panas di Makassar tiba-tiba berubah mendung dan terasa dingin, seolah menunjukkan rasa duka. Mendung di Makassar belakangan ini sangat jarang terjadi.
Dari rumah duka jenazah diberangkatkan menuju Rumah Sakit Jaury Akademis. Rumah sakit tersebut dibangun khusus untuk mengenang putra tunggalnya, Jaury Jusuf.
Dari rumah sakit, jenazah lalu diantar oleh ribuan pelayat ke Masjid Al-Markaz Al-Islami, masjid yang juga dibangunnya, untuk disalati. Dari masjid termegah di kawasan Indonesia timur itulah jenazah kemudian diantar untuk dimakamkan di pekuburan umum Panaikang.
Kepala Staf TNI Angkatan Darat (KSAD), Jenderal Ryamizard memberikan penghargaan dan penghormatan tinggi melalui upacara militer kepada almarhum. Ia mengatakan, beliau adalah prajurit sejati, pejuang, pekerja ulet, teguh memegang prinsip. "Beliau tidak pernah membikin kecewa komandannya, anak buahnya, dan semua masyarakat," kata Ryamizard.
Selain dikenal bersih, Jusuf memang dikenal peduli kepada prajurit. Sering kali ia terlihat mengunjungi barak-barak militer menemui keluarga para prajurit demi menanyakan nasib mereka.
Pria kelahiran Kajuara, Kabupaten Bone, 23 Juni 1928, ini juga dikenal teguh memegang amanah dan rahasia negara. Setelah tidak lagi berkiprah di pemerintahan, ia lebih banyak bergerak di lapangan sosial. Bila tidak ada urusan penting, ia lebih banyak berada di rumahnya, baik di Jakarta maupun di Makassar.
Irmawati
INDEKS BERITA LAINNYA :
|