|
Sulawesi Tenggara
Ketua PPP Sultra Jadi Koordinator Koalisi Kerakyatan
Rabu, 08 September 2004 | 14:25 WIB
TEMPO Interaktif, Kendari:Berbeda dengan pimpinan pusatnya yang bergabung dalam Koalisi Kebangsaan mendukung pasangan Megawati-Hasyim Muzadi, pada pilpres tahap kedua mendatang Ketua DPW Partai Persatuan Pembangunan (PPP) Sulawesi Tenggara La Ode Kaimoeddin justru memilih mendukung SBY-Kalla.
Mantan Gubernur Sulawesi Tenggara selama dua periode itu bahkan diangkat sebagai Koordinator Koalisi Kerakyatan di provinsi itu. "Itu urusan DPP kalau mau bergabung bersama Mega-Hasyim, tapi bagi saya lebih baik mendukung SBY-Kalla," Kaimoeddin kepada Tempo di Kendari, Rabu (8/9).
Kaimoeddin membenarkan dirinya telah diangkat sebagai Koordinator Koalisi Kerakyatan di Sulawesi Tenggara. Pengangkatannya itu bahkan disaksikan oleh cawapres Muhammad Jusuf Kalla saat deklarasi barisan pendukung pasangan capres-cawapres dari Partai Demokrat, Selasa (7/9).
Koalisi Kerakyatan yang menyatakan diri akan mendukung SBY-Kalla di Sulawesi Tenggara merupakan gabungan dari 12 Parpol dan 17 lembaga kemasyarakatan semacam LSM, Ormas, forum serta lembaga paguyuban.
La Ode Kaimoeddin mengatakan, dengan jabatan barunya itu dirinya tak takut dipecat atau diberi sanksi karena berani berseberangan dengan kebijakan DPP PPP yang mendukung pasangan Mega-Hasyim.
"Saya memang mendukung SBY-Kalla, tapi kalau DPP menganggap saya mbalelo dari keputusan partai, saya tidak takut dipecat dari PPP," tegas Kaimoeddin.
Menurut Kaimoeddin, dirinya mendukung pasangan SBY-Kalla karena tuntutan hati nuraninya. Bahkan Kaimoeddin menegaskan bahwa pilihannya bergabung bersama SBY-Kalla itu juga mendapat dukungan dari hampir seluruh pengurus DPC PPP yang ada di 10 kabupaten di Sulawesi Tenggara.
Perlawanan dari pengurus partai di daerah yang menolak bergabung dalam Koalisi Kebangsaan juga dinyatakan oleh Bendahara DPD Partai Golkar Sulawesi Tenggara, La Ode Annas Ombi. Bahkan, Annas Ombi ikut memberikan ceramah pada acara Pembekalan Saksi Pemenangan SBY-JK di Aula Bapelkes Kendari yang berakhir hari ini.
Annas Ombi mengatakan dirinya tidak peduli pilihannya untuk bergabung mendukung SBY-Kalla akan membuahkan sanksi dari partainya. "Saya siap menerima sanksi apapun dari Partai Golkar jika keterlibatan saya dalam mendukung SBY-JK dipermasalahkan," tegasnya.
Pernyataan tegas mendukung SBY-Kalla juga disampaikan Ketua DPW Partai Bulan Bintang Sulawesi Tenggara, Akhmad Al Djufri. Ia bahkan menegaskan bahwa tugas untuk memenangkan pasangan SBY-Kalla pada pemilu putran kedua yang akan berlangsung tanggal 20 September 2004 mendatang merupakan jihad.
"Karena dalam pemilu kali ini nasib 200 juta rakyat Indonesia akan dipertaruhkan," katanya.
Dedy Kurniawan - Tempo News Room
INDEKS BERITA LAINNYA :
|