|
Sulawesi Utara
Kapal Farlen Tak Miliki Izin Angkut Penumpang
Sabtu, 14 Agustus 2004 | 17:24 WIB
TEMPO Interaktif, Manado: Kapal Farlen 01 yang berlayar dari Pelabuhan Bitung pada Kamis (12/8) itu terdaftar hanya membawa delapan anak buah kapal (ABK). "Kapal berangkat dari Bitung tidak membawa penumpang dan muatan," kata Kepala Bidang Penjagaan dan Penyelamatan Administrator Pelabuhan Bitung, Irwan Arief, Sabtu (14/8).
Seperti diberitakan, 12 penumpang tewas akibat terjadi kebakaran di kapal Farlen 01. Musibah terjadi Jumat (13/8) sekitar pukul 08.30 WITA. Kapal ini terbakar sekitar enam mil laut dari Pelabuhan Belang.
Menurut Irwan, kapal Farlen biasa mengangkut kopra
dari beberapa desa di pesisir Sulawesi Utara. Posisi
kapal saat diperiksa petugas syahbandar tak memiliki
penumpang. Kapal kecil ini milik perorangan yang
berada di Bitung.
Dia mengatakan kapal berlayar dengan menyisir (dekat
pulau). Bila terjadi kecelakaan seperti itu yang
bertanggung jawab adalah juragan kapal dan nahkoda.
Sebenarnya, belum ada laporan resmi yang masuk ke Adpel Bitung tentang jumlah keseluruhan penumpang, termasuk
yang tewas di kapal itu. "Laporan resmi belum ada,"
katanya.
Informasi yang dihimpun Tempo News Room, kapal Farlen 01 sedikitnya membawa 45 penumpang termasuk ABK.
Sebanyak 25 penumpang dan 8 ABK selamat. Sedangkan 12
penumpang yang tewas, dua di antaranya belum
teridentifikasi.
Penumpang yang tewas ini telah dievakuasi di Pos
Polisi Nuangan, Kepolisian Resort Bolaang Mongondow.
25 penumpang lainnya masih dalam perawatan di
Puskesmas Belang. Nahkoda kapal bersama 7 ABK telah
dimintai keterangan di Polsek Belang.
Mulanya, kapal Farlen mengalami gangguan pada motor penggerak. Lalu, salah seorang ABK mencoba memperbaiki mesin yang rusak itu. Setelah diperbaiki, ABK
mencoba menghidupkan mesin tempel dengan menggunakan
bahan bakar bensin yang dimasukkan ke dalam kaburator
untuk memancing agar mesin dapat dihidupkan.
Tapi, menurut sumber Tempo News Room, galon yang
berisi bahan bakar bensin terbakar akibat percikan api
yang berasal dari kabel busi. ABK mencoba menyingkirkan galon yang berisi bensin yang telah terbakar.
Karena cuaca yang berombak dan angin kencang, bensin
yang ada dalam galon itu tumpah. Akibatnya, api
menjalar di berbagai bagian kapal kayu itu.
Hingga Sabtu sore (14/8), kepastian jumlah penumpang
yang berada di kapal Farlen belum diketahui dengan
jelas. Begitu juga dengan korban jiwa dan material,
serta keberadaan bangkai kapal Farlen 01. "Penyidik
masih mendalami apa penyebab dan berapa total
penumpang," kata Kepala Bidang Humas Polda Sulawesi
Utara Ajun Komisaris Besar Polisi Budhy Wibowo
Sumantri.
Menurut Budhy, informasi terakhir jumlah penumpang yang
tewas 12 orang. Kapal ini berangkat dari pelabuhan
Bitung menuju Pinolosian, Bolaang Mongondow.
Verrianto Madjowa - Tempo News Room
INDEKS BERITA LAINNYA :
|