Search  
 
| Advance search | Registration | About us | Careers
  Home  
  Budaya  
  Digital  
  Ekonomi  
  Internasional  
  Iptek  
  Jakarta  
  Nasional  
  Nusa  
Olahraga  
  Majalah  
  Koran  
  Pusat Data  
  Tempophoto  
  Indikator  
English
Apa Itu RSS?
   

Sulawesi Selatan

Penyelesaian Konflik di Mamasa Disepakati
Selasa, 03 Agustus 2004 | 20:59 WIB

TEMPO Interaktif, Makassar: Pertemuan di Gubernuran Sulawesi Selatan untuk membahas penyelesaian komprehensif konflik di Kabupaten Polmas dan Mamasa, Selasa (3/8), akhirnya mencapai kesepakatan. Pertemuan yang dihadiri seluruh unsur musyawarah pimpinan daerah (Muspida) Provinsi Sulawesi Selatan, Bupati Polmas dan Mamasa serta sejumlah anggota Dewan Perwakilan Rakyat Daerah dari kedua kabupaten itu, menghasilkan empat hal upaya penyelesaian konflik.

Pertama, kedua belah pihak bertikai harus membuka semua poros jalan pada jalur-jalur ekonomi di ketiga kecamatan (Aralle, Tabulahan, dan Mambie), mulai hari ini juga. Kedua, pemerintah dan DPRD Kabupaten Polmas dan Mamasa senantiasa terlibat secara proaktif dalam menjaga dan mengendalikan semua elemen yang ada pada kabupaten masing-masing. Ketiga, pemerintah Kabupaten Polmas dan Mamasa mempercayakan sepenuhnya kepada Tim Mediasi Center untuk bersama-sama dengan Tim Penetapan Penegasan Batas Daerah (TPPBD) dan Tim Depdagri serta Tim Bersama Fasilitasi Penyelesaiaan Tapal Batas di wilayah Kecamatan Aralle, Tabulahan dan Mambi. Keempat, mempercayakan sepenuhnya kepada aparat kepolisian dan pihak keamanan lainnya untuk mengambil tindakan tegas terhadap siapa saja yang melakukan tindakan yang meresahkan dan merugikan masyarakat di ketiga kecamatan itu.

Menurut SM. Nongkang, anggota DPRD Polmas, sejak 27 Juli, terjadi penutupan jalan di wilayah itu, seperti di perbatasan Kecamatan Mambi, Kabupaten Mamasa, dan di Kampung Pokko, Kecamatan Polewali, Kabupaten Polewali. "Warga Aralle, Tabulahan dan Mambi sebenarnya juga terpecah belah. Dari 38 desa, 26 desa diantaranya tidak setuju bergabung dengan Mamasa, sementara 12 desa lainnya setuju bergabung dengan Mamasa," kata Nongkang.

Bupati Polmas, Ali Baal Masdar mengusulkan agar ketiga kecamatan yang menolak bergabung dengan Mamasa, diserahkan ke Pemerintah Provinsi Sulawesi Selatan. "Sebaiknya, Kecamatan Aralle, Tabulahan, dan Mambi diserahkan ke Pemerintah Provinsi, agar pemerintahan di sana tetap bisa berjalan," kata Ali.

Saat ini, menurut Kepala Kepolisian Daerah Sulawesi Selatan, Inspekstur Jenderal Saleh Saaf, pihaknya sudah menambah seratus personel Brimob lagi ke wilayah Mamasa. Sebelumnya, personel Brimob yang dikirimkan mencapai 250 orang.

Irmawati - Tempo News Room

INDEKS BERITA LAINNYA :
 

 

 

dibuat oleh Radja:danendro
 
Berita Terkait

Bentrok Warga di Timika Murni Kriminal
Abilio Minta Perlindungan Hukum Internasional
Tawuran Antar Etnis, Tiga Korban Luka
Kadis Sosial Kendari Jadi Tersangka Korupsi
Komisi I akan Kirim Tim ke Timika
Dua Tewas dalam Kerusuhan Timika
Kapolri Akui Ada Kawasan Belum Terawasi di Ambon
Presiden Hadiri Hari Kebangkitan Nasional
Korban Ledakan Bom Meninggal
Barikade jalan di Ambon dibuka
> selengkapnya...


Referensi

Poso, Enam Tahun Dirundung Duka
Dari Mana Datangnya Rusuh Sampit?
Republik Maluku Selatan dari Masa ke Masa
Kepres RI No. 71 Thn.2003 Tentang Penghapusan Keadaan Darurat Sipil Di Provinsi Maluku
Keppres Pengadilan HAM Ad Hoc

Komentar Anda
-
Kirim


Berita Terakhir

Berkurang, Kereta Tambahan Lebaran
Gilbert Arenas Terancam Absen Awal Musim
Kamera Kompak Rasa SLR
Muchdi Tiba, Keamanan Lengang
Buka Puasa ala Bos First Media dan Iqbal

<< August,2004>>
MSnSl RK JS
01 02 03 04 05 06 07
08 09 10 11 12 13 14
15 16 17 18 19 20 21
22 23 24 25 26 27 28
29 30 31




 

 
buatan danendro English | Japanese | Registrasi | Help | About us
  copyright TEMPO 2003

Kembali ke atas
Home | Budaya | Digital | Ekonomi |Internasional |Iptek |Jakarta | Nasional | Nusa| Olahraga | Indikator
Majalah | Koran Tempo | Pusat Data