|
Sulawesi Tenggara
BKPRS Ambil Alih KM Kerinci
Minggu, 25 Juli 2004 | 13:36 WIB
TEMPO Interaktif, Kendari:Ambisi lima provinsi di Pulau Sulawesi untuk menjadikan Kawasan Timur Indonesia (KTI) sebagai daerah wisata andalan mulai diwujudkan. Badan Kerja Sama Pembangunan Regional Sulawesi (BKPRS), lembaga kerja sama bentukan lima provinsi di Sulawesi, telah mengambil alih KM Kerinci dari PT Pelayaran Nasional Indonesia (Pelni) untuk diubah menjadi kapal pesiar.
"KM Kerinci akan diubah dan kami jadikan kapal pesiar pertama di kawasan timur. Kapal itu menjadi salah satu bagian dalam armada Celebes Cruise Line (CCL) yang dikelola BKPRS," kata Sekretaris Jenderal BKPRS Ikrar Mohammad Saleh kepada Tempo News Room di Kendari, Minggu (25/7).
Celebes Cruise Line adalah perusahaan patungan milik pemerintah di lima provinsi yang ada di Pulau Sulawesi dan tergabung dalam BKPRS.
Menurut Ikrar, CCL merupakan salah stau unit usaha andalan BKPRS yang khusus bergerak di bidang wisata maritim. Diubahnya peruntukan KM Kerinci yang sebelumnya merupakan kapal penumpang menjadi kapal pesiar itu, kata Ikrar, dilakukan setelah pihaknya menandatangani kerja sama dengan PT Pelni.
Setelah diubah menjadi kapal pesiar, KM Kerinci nantinya akan melayari sejumlah rute khusus, yakni objek-objek wisata maritim andalan yang ada di lima provinsi di Sulawesi, yaitu Sulawesi Selatan, Sulawesi Tenggara, Sulawesi Tengah, Sulawesi Utara dan Gorontalo.
Fasilitas yang akan dibangun di KM Kerinci itu selain berbagai sarana dan prasarana hiburan serta olah raga seperti kolam renang, restauran dan ruang fitnes, juga termasuk ruang rapat, konferensi dan eksebisi. Bahkan, KM Kerinci juga akan difungsikan sekaligus sebagai
hotel terapung.
"Pendanaannya berasal dari anggaran lima provinsi di Sulawesi. Jumlah anggaran yang dibutuhkan belum bisa kami sebut nilainya karena masih dihitung," ujar Ikrar.
Beberapa rute wisata andalan CCL yang akan dilayari KM Kerinci antara lain obyek wisata Takabonerate dan Kapoposan (Sulawesi Selatan), Taman Laut Wakatobi (Sulawesi Tenggara), Taman Laut Bunaken (Sulawesi Utara), dan Taman Laut di Kepulauan Togean (Sulawesi Tengah dan Gorontalo).
"Kami menjadwalkan paling lambat pertengahan bulan September mendatang, kapal pesiar CCL sudah mulai dioperasikan," katanya.
Ikrar mengatakan, untuk mempromosikan program wisata kapal pesiar itu, pihaknya telah melakukan pendekatan dengan sejumlah operator tur dan cruise writer saat pameran promosi wisata internasional di Jerman bulan Juni lalu. Tanggapan yang diberikan cukup baik, bahkan sejumlah perusahaan pengelola wisata dari sejumlah negara yang ikut hadir sudah menyatakan ketertarikannya.
Dedy Kurniawan - Tempo News Room
INDEKS BERITA LAINNYA :
|