Search  
 
| Advance search | Registration | About us | Careers
  Home  
  Budaya  
  Digital  
  Ekonomi  
  Internasional  
  Iptek  
  Jakarta  
  Nasional  
  Nusa  
Olahraga  
  Majalah  
  Koran  
  Pusat Data  
  Tempophoto  
  Indikator  
English
Apa Itu RSS?
   

Kendari

Pencarian Korban KM Amami Terhalang Cuaca
Rabu, 21 Juli 2004 | 19:45 WIB

TEMPO Interaktif, Kendari: Memasuki hari kelima sejak tenggelamnya KM Amami tanggal 17 Juli lalu, tim gabungan dari kantor Search and Rescue (SAR) Kendari dan Pangkalan Angkatan Laut (Lanal) setempat hingga hari ini belum berhasil menemukan 14 korban. Sulitnya pencarian dikarenakan buruknya cuaca di sekitar perairan Laut Banda.

"Sulit sekali mencari para korban. Angin kencang dan ketinggian ombak yang mencapai antara empat sampai
lima meter merupakan penghalang terbesar kami mencari para korban," kata Kepala SAR Kendari Rocky Asikin
kepada Tempo News Room di Kendari, Rabu (21/7).

Menurut Rocky, lantaran kencangnya tiupan angin dan tingginya ombak, tim SAR Kendari nyaris celaka karena
kemudi hidrolik di kapal SAR mengalami kerusakan berat lantaran dihantam ombak bertubi-tubi. Beruntung, kemudi manual di kapal SAR Kendari masih bisa digunakan. Namun, dengan terjadinya kerusakan itu, tim SAR terpaksa harus kembali ke pangkalan untuk melakukan perbaikan.

Menurut Rocky, sejak memulai pencarian Senin (19/7) lalu, pihaknya telah melakukan penyisiran hingga 40 mil dari lokasi kejadian yang berjarak sekitar 180 mil lauit dari arah Pelabuhan Teluk Kendari. Namun, belum ada tanda-tanda yang bisa dijadikan patokan ke-14 korban. Meski tetap optimis, kata Rocky, pihaknya khawatir ke-14 korban itu ikut tenggelam bersama KM Amami.

KM Amani yang berbobot 714 groos ton (GT) tenggelam sekitar perairan Laut Banda, 17 Juli 2004, sekitar pukul 00.05 Wita, saat sedang dalam perjalanan dari Pelabuhan Tanjung Perak Surabaya menuju Pelabuhan Piru di Pulau Seram, Maluku Tengah, akibat diserang badai dan ombak kencang. Dari 16 penumpangnya, baru dua orang yang berhasil diselamatkan.

Kapal milik perusahaan Aneka Jaya Abadi Gresik itu yang dinakhodai oleh Aris Trisno. Kapal ini rutin memuat Sembako tujuan ke Pulau Seram itu. Dua ABK KM Amani yang berhasil diselamatkan masing-masing Muhammad Hadi, 26 tahun, (Masinis I) dan Thamrin, 37 tahun, (Kelasi). Keduanya diselamatkan KM Ciremai, yang kebetulan sedang dalam pelayaran menuju pelabuhan Ambon. Keduanya selamat setelah 12 jam terapung-apung di laut dengan hanya mengenakan pelampung.

Dedy Kurniawan - Tempo News Room

INDEKS BERITA LAINNYA :
 

 

 

dibuat oleh Radja:danendro
 
Berita Terkait

KM Trisnawaty Nyaris Karam di Perairan Wawaoni
KM Amami Tenggelam di Laut Banda
Nelayan NTB Diminta Waspadai Badai Tropik
14 Penumpang Kapal Tanker ‘Kanoka’ Selamat
Kapal Muatan Barang Hilang di Perairan Sulawesi
Tujuh Warga Hilang di Laut Biak Ditemukan
13 Penumpang KM Mufakat I Selamat
KM Arto Moro I Tenggelam
Kapal Tenggelam di Pasaman Barat, 2 Tewas
Bertambah, Korban Meninggal Akibat Kapal Tenggelam di Talaud
> selengkapnya...


Referensi

PP RI No. 8 Tahun 2004 Tentang Perubahan Atas PP No. 1 Tahun 1998 Tentang Pemeriksaan Kecelakaan Kapal

Komentar Anda
-
Kirim


Berita Terakhir

Berkurang, Kereta Tambahan Lebaran
Gilbert Arenas Terancam Absen Awal Musim
Kamera Kompak Rasa SLR
Muchdi Tiba, Keamanan Lengang
Buka Puasa ala Bos First Media dan Iqbal

<< July,2004>>
MSnSl RK JS
    01 02 03
04 05 06 07 08 09 10
11 12 13 14 15 16 17
18 19 20 21 22 23 24
25 26 27 28 29 30 31




 

 
buatan danendro English | Japanese | Registrasi | Help | About us
  copyright TEMPO 2003

Kembali ke atas
Home | Budaya | Digital | Ekonomi |Internasional |Iptek |Jakarta | Nasional | Nusa| Olahraga | Indikator
Majalah | Koran Tempo | Pusat Data