Search  
 
| Advance search | Registration | About us | Careers
  Home  
  Budaya  
  Digital  
  Ekonomi  
  Internasional  
  Iptek  
  Jakarta  
  Nasional  
  Nusa  
Olahraga  
  Majalah  
  Koran  
  Pusat Data  
  Tempophoto  
  Indikator  
English
Apa Itu RSS?
   

Sulawesi Utara

Korban Tambang Newmont Mengadu ke Polisi
Rabu, 21 Juli 2004 | 13:42 WIB

TEMPO Interaktif, Manado:Warga korban pencemaran limbah penambangan emas PT Newmont Minahasa Raya mengadu ke Kepolisian Daerah Sulawesi Utara. "Kasus ini masih didalami, kalau ada tindak pidana akan ditindaklanjuti," kata Kabid Humas Polda Sulawesi Utara, Ajun Komisaris Besar Polisi Budhy Wibowo Sumantri, Selasa (20/7).

Menurut Budhy penyidik telah memeriksa pelapor sekaligus korban. Salah seorang warga korban, Masnah Stirman, telah
diperiksa selama enam jam oleh penyidik. Dalam
pemeriksaan itu, Masnah menceritakan tentang anaknya
Andini Lensu, bayi berusia hampir enam bulan meninggal
2 Juli lalu. "Saya diperiksa selama enam jam,"
ujarnya.

Menurut Masnah, Andini sejak dilahirkan hingga
meninggal dunia menderita penyakit kulit di sekujur
tubuhnya. Dokter di Puskesmas Ratatotok yang memeriksa
Andini beranggapan itu hanya penyakit kulit biasa.
Karena itu, dokter di Puskesmas Ratatotok termasuk
yang dituntut.

Sebelum meninggal, Andini mengalami demam. Lalu,
dibawa ke Puskesmas Ratatotok. Setelah dibawa ke
Puskesmas kondisinya belum juga membaik. Sekitar pukul
24.00 Andini meninggal.

Andini memang tidak seperti bayi kebanyakan. Kulit
tubuhnya mengelupas mulai kepala sampai dengan kaki.
Sejak lahir Andini mengalami kelainan pada kulit
tubuhnya.

Selain Andini, puluhan warga Pantai Buyat yang berada
di batas Kabupaten Minahasa Selatan dan Bolaang
Mongondow, Sulawesi Utara ini juga terkena penyakit
benjolan pada tubuh, pusing dan cepat lelah.
Penyakit-penyakit ini paling banyak diderita setelah
Newmont Minahasa beroperasi.


Kontrak karya Newmont Minahasa masuk generasi IV
keempat yang ditandatangani pada 1986. Dua tahun
setelah Kontrak Karya diteken, deposit emas di temukan
di lokasi tambang yang berjarak sekitar 104 kilometer
Barat Daya Manado itu. Masa berlaku izin penambangan
berlaku selama tiga puluh tahun sejak kontrak karya
ditandatangani.

Newmont Minahasa tercatat mulai memproduksi emas di
Messel, Ratatotok sejak tahun 1996 lalu. Bulan Agustus
2004 ini direncanakan perusahaan tambang yang 80
persen sahamnya dimiliki Newmont Indonesia Ltd yang
berbasis di Amerika Serikat ini akan mengakhiri
penambangan emasnya. Sisa saham 20 persen dimiliki
Yusuf Merukh dari PT Tanjung Serapung. Sejak produksi
emas, setiap hari Newmont Minahasa membuang sebanyak
2000 ton limbah ke perairan Buyat.

Verrianto Madjowa - Tempo News Room

INDEKS BERITA LAINNYA :
 

 

 

dibuat oleh Radja:danendro
 
Berita Terkait

Kewalahan Tangani Limbah, Minta Bantuan Uni Eropa
LSM Lingkungan Akan Terus Menolak Perpu Tambang
TPA Rawa Kucing Cemari Air Bawah Tanah
DPR Terima Perpu Hutan Lindung Sebagai Undang Undang
Jumlah Penambang Liar di Sukabumi Terus Meningkat
Nabiel: Mosi Walhi Dkk Penuh Kebohongan
Perpu Tambang Terancam Ditolak DPR
Mosi Tidak Percaya Keluar Untuk Nabiel Makarim
Kasus Ladia Galaska, Walhi Akan Ajukan Banding
Ladia Galaska, DPR Panggil Menteri LH dan Gubernur Aceh
> selengkapnya...


Referensi

PP RI No. 75 Tahun 2001 Tentang Perubahan Kedua Atas PP No. 32 Tahun 1967 Tentang Pelaksanaan UU No. 11 Tahun 1967 Tentang Ketentuan-Ketentuan Pokok Pertambangan
UU RI No. 22 Tahun 2001 Tentang Migas
Inpres RI No. 3 Tahun 2000 Tentang Koordinasi Penanggulangan Masalah Pertambangan Tanpa Izin
> selengkapnya...

Website

Berita Bumi
Situs INFORM
Lembaga Informasi Negara


Komentar Anda
-
Kirim


Berita Terakhir

Berkurang, Kereta Tambahan Lebaran
Gilbert Arenas Terancam Absen Awal Musim
Kamera Kompak Rasa SLR
Muchdi Tiba, Keamanan Lengang
Buka Puasa ala Bos First Media dan Iqbal

<< July,2004>>
MSnSl RK JS
    01 02 03
04 05 06 07 08 09 10
11 12 13 14 15 16 17
18 19 20 21 22 23 24
25 26 27 28 29 30 31




 

 
buatan danendro English | Japanese | Registrasi | Help | About us
  copyright TEMPO 2003

Kembali ke atas
Home | Budaya | Digital | Ekonomi |Internasional |Iptek |Jakarta | Nasional | Nusa| Olahraga | Indikator
Majalah | Koran Tempo | Pusat Data