|
Sulawesi Tengah
Pemberangkatan Pendeta Susianti Diteror Bom
Rabu, 21 Juli 2004 | 11:46 WIB
TEMPO Interaktif, Palu:Gereja Kristen Sulawesi Tengah (GKST) Effatha, di Jalan Banteng, Kelurahan Birobuli, Kecamatan Palu Selatan, diguncang teror bom. Padahal gereja ini masih menjadi sorotan publik karena Minggu malam lalu gereja ini menjadi saksi atas penembakan yang menewaskan Pdt Susianti Tinulele. Akibatnya warga jemaat yang masih menjaga-jaga gereja itu menjadi panik kembali.
Sekretaris Gereja GKST Effatha, Anwar kepada wartawan
di tempat kejadian, menceritakan Selasa sore (20/7)
sekitar pukul 15.55 Wita, dirinya menerima telepon dari
orang tak dikenal.
Penelpon gelap itu katanya mengancam sepuluh menit lagi bom di sekitar gereja akan meledak. Anwar lalu menyimpan teror bom tersebut untuk menghindari ratusan jemaat yang sudah datang menghadiri upacara pemberangkatan Pendeta Susianti ke pekuburan Kriatiani di Talise, Palu Timur.
Setelah melihat situasi sudah agak sepi, Anwar lalu
melaporkan ancaman bom itu kepada aparat kepolisian
yang masih berjaga-jaga di sekitar gereja. Untuk
menghindari kepanikan jemaat yang masih berada di
dalam gereja polisi juga tidak menyampaikan bahwa ada
ancaman bom.
Polisi lalu mengambil tindakan dengan jalan menyuruh
para pengunjung meninggalkan lokasi gereja Effatha.
Selang beberapa menit kemudian Tim Penjinak Bahan
Peledak (Jihandak) Polda Sulteng tiba dilokasi dan
langsung melakukan penyisiran di sekitar gereja.
Seluruh pojok-pojok gereja diperiksa satu persatu
termasuk tembok gereja tapi polisi tak menemukan
adanya bom.
Kapolresta Palu, AKB.Noman Siswandi yang dihubungi di
TKP membenarkan adanya ancaman bom di gereja Effatha.
Ia mengatakan teror bom itu merupakan teror biasa yang
ingin mengacaukan jalannya prosesi pemberangkatan Pendeta Susianti.
Kapolresta Palu berjanji akan tetap
melakukan penjagaan terhadap gereja Effatha sampai
jemaat merasa aman
Darlis ? Tempo News Room
INDEKS BERITA LAINNYA :
|